Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 12:00 WIB | Minggu, 16 Juni 2019

Siswa SMA Kolese De Britto Gelar Pameran “Nostalgic”

Siswa SMA Kolese De Britto Gelar Pameran “Nostalgic”
Karya desain dalam pameran “Nostalgic” di Kedai Kebun Forum Jalan Tirtodipuran no 3 Yogyakarta, saat pembukaan pameran Jumat (14/5) sore. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Siswa SMA Kolese De Britto Gelar Pameran “Nostalgic”
Pengunjung mengamati karya-karya pada pameran “Nostalgic”.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Enam belas siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler desain komunikasi visual menggelar pameran bertajuk “Nostalgic”.

Pameran karya desain yang digelar di Kedai Kebun Forum (KKF) Yogyakarta mempresentasikan karya desain dua-tiga matra mengeksplorasi desain sebagai salah satu komunikasi generasi 80-90 menyampaikan ekspresi-informasi pada masanya.

“Ini penyelenggaraan perdana. Ada rencana tahun depan dikembangkan lagi menjadi lebih besar baik skala penyelenggaraan maupun tema-tema yang diangkat. Pada penyelenggaraan pertama ini mengangkat tentang fenomena generasi 80-90 an,” kata ketua pelaksana pameran I Dewa Gede Gilang Pratiwimba kepada satuharapan.com, Jumat (14/6) sore.

Tentang generasi 80-90-an dalam catatan kuratorial, guru Sosiologi SMA Kolese De Britto J Sumardiyanta, menuliskan sekolah pada saat itu menggambarkan situasi penuh kegembiraan justru karena menjadi arena bertemu langsung. Telepon genggam belum menjadi gangguan. Para siswa De Britto tahun 1998 pernah menciptakan sticker-sticker unik yang ditempel di seluruh permukaan helm. Keunikan sticker ini sampai menjadi trend-setter di kalangan anak-anak SMA di Jogja saat itu. Majalah Kebudayaan BASIS menurunkan Edisi Khusus bertajuk “Helman Helmin” mengulas fenomena menggejalanya sticker unik produk generasi tatap muka ini. Mereka bangga keliling Jogja berseragam putih abu abu memakai helm dengan desain ngejreng warna warni.

Pameran Nostalgic menjadi menarik mengingat siswa yang terlibat dalam pameran bahkan belum lahir saat itu dan mendengar cerita generasi 80-90 an dari jejaring internet, ataupun kalau masih memungkinkan dari cerita orangtuanya. Bukan perkara mudah membuat interpretasi ulang atas karya-karya desain generasi 80-90-an bagi siswa yang berpameran, mengingat secara kultur mereka telah mengalami loncatan teknologi yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh generasi sebelumnya.

Pembimbing ekstrakurikuler desain komunikasi visual SMA De Britto Heribertus Sew kepada satuharapan.com menjelaskan bahwa fenomena generasi 80-90-an diperkenalkan kepada siswa sebagai pemantik bagi generasi milenial memahami perubahan-perubahan yang terjadi terkait dengan desain. Dalam pembimbingan siswa diperkenalkan pada dasar-dasar desain komunikasi visual, tipografi, dan hal-hal teknis terkait desain.

“Baik desain berbasis vektor maupun bitmap-image diperkenalkan keunggulan dan kekurangannya. Eksekusi diserahkan pada siswa. Generasi saat ini lebih familiar dengan peranti lunak berbasis bitmap-image. Tema yang diangkat lebih pada menumbuhkan semangat di antara mereka mengingat fenomena generasi 80-90-an relatif lebih lengkap dalam banyak hal untuk pembacaannya,” jelas Bertus.

Fenomena generasi 80-90-an hingga saat ini menjadi salah satu pembacaan yang tidak pernah habis baik oleh generasi 80-90-an maupun generasi sebelumnya, mengingat generasi 80-90 mengalami transisi budaya yang cukup kompleks, lengkap, dan saling bertautan.

Pameran “Nostalgic” di Kedai Kebun Forum Jalan Tirtodipuran No 3 Yogyakarta berlangsung hingga 16 Juni 2019.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home