Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 10:55 WIB | Sabtu, 09 Februari 2019

Sosialisasi Tema Art|Jog MMXIX “Arts in common: Common|space"

CEO Art|Jog Heri Pemad (berdiri) saat jumpa media sosialisasi tema Artjog MMXIX “Arts in common: Common|space" di Pendapa Ajiyasa-JNM, Jumat (8/2). (Foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Bertempat di Pendapa Ajiyasa Komplek Jogja National Museum (JNM) pada Jumat (8/2) siang CEO Art|Jog Heri Pemad bersama kurator dan narasumber menyampaikan sosialisasi tema Art|Jog 2019. Dalam penyampaiannya Heri Pemad menjelaskan adanya beberapa program-hal baru dalam pelaksanaan Art|Jog tahun ini.

“Tahun ini Art|Jog memberanikan diri untuk menambah kurator. Art|Jog membutuhkan kurator yang bisa ‘bekerja’ dengan keterlibatan secara langsung dalam setiap tahapan penyelenggaraan Art|Jog dari awal hingga akhir, termasuk dalam program-program yang ada didalam Art|Jog. Selain itu, tahun ini Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) RI akan melakukan riset dampak Art|Jog bagi kehidupan masyarakat terutama dalam hal perekonomian,” jelas Heri Pemad dalam jumpa media Jumat (8/2) siang.

Heri Pemad menjelaskan ada beberapa program baru terkait dengan rekrut kurator baru yang akan bekerja sepanjang tahun untuk mempersiapkan Art|Jog 2019. Untuk tahun ini Art|Jog menambah kurator baru Agung Hujatnika melengkapi kurator yang sudah ada Ignatia Nilu dan Bambang Toko Witjaksono.

 “Art|Jog merupakan kegiatan (seni rupa) yang sudah memiliki karakter yang sangat kuat sebagaimana festival-festival yang ada di Yogyakarta yang tumbuh dengan pendekatan bottom-up. Tumbuh inisiatif dari bawah. Bukan dari kebijakan tertentu. Ada stigma Art|Jog adalah sebuah art fair yang dekat sekali dengan pasar dan transaksi komersial. Meski menggunakan istilah art fair (Jogja Art Fair) pada awal-awal penyelenggaraannya, format Art|Jog berbeda dengan art fair yang ada di luar negeri. Di Art|Jog, exhibitor-nya adalah seniman itu sendiri. Bukan seniman yang dibawa oleh ­dealer-art gallery,” jelas Agung Hujatnika dalam pemaparan tema Art|Jog 2019.

Berangkat dari hal tersebut, ada perubahan skema tema dari tahun-tahun sebelumnya dimana untuk beberapa tahun kedepan Art|Jog akan menggunakan tema utama Arts in common dengan sub-tema pada tahun penyelenggaraan 2019 adalah “Common|Space”.

Dengan tema besar tersebut Art|Jog hendak memposisikan diri sebagai sebuah perhelatan dengan label ‘festival’, lebih tepatnya sebagai ‘festival seni rupa kontemporer internasional’, atau resminya: Yogyakarta International Contemporary Art Festival. Hal ini terkait dengan bagaimana kemeriahan (festivity) telah inheren melekat dalam setiap penyelenggaran Art|Jog. Pelabelan tersebut sekaligus sebagai suatu penegasan posisi Yogyakarta, sebagai salah satu poros seni rupa terpenting di Asia Tenggara, didalam kancah perhelatan seni rupa kontemporer yang lebih luas.

Tema Arts in Common hendak menawarkan pemahaman bahwa apa yang ditampilkan di Art|Jog dalam tiga tahun ke depan adalah semacam irisan, atau kumpulan hal yang mempersatukan keragaman ekspresi seni dan kreativitas berbagai individu dari berbagai latar sosial, budaya dan bangsa. Tema besar ini selaras dengan penegasan Art|Jog sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional.

Dalam dua dasawarsa terakhir, seni rupa kontemporer masih menjadi praktik yang efektif untuk secara kritis mendiskusikan berbagai kenyataan dunia yang terus bergerak. Di tengah realitas dunia terhubung dan globalisasi yang tidak terhindarkan, Arts in Common dengan keragaman dan pencanggihan ekspresi seni rupa kontemporer sesungguhnya tetap menawarkan makna bersama (shared meanings), yang kontekstual dengan dunia sehari-hari di sekitar kita.

Judul common|space dipilih untuk mendekatkan Art|Jog pada pengertian pameran atau festival sebagai sebuah ‘ruang bersama’—sebagaimana arsitektur, urbanisme dan planologi, menggunakan istilah itu untuk menjelaskan ruang atau area fisik yang dirancang untuk digunakan oleh banyak orang—seperti taman, lobby, atau ruang baca di perpustakaan.

Untuk keperluan tersebut Art|Jog mengundang beberapa seniman diantaranya pematung Teguh Ostenrik untuk terlibat sejak awal Art|Jog 2019.

Art|Jog 2019 yang diperkenalkan dengan Artjog MMXIX akan berlangsung pada 25 Juli-25 Agustus 2019 di Kompleks Jogja National Museum Jl. Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan-Yogyakarta dengan beberapa program yang tidak jauh berbeda dari program-program sebelumnya namun ada kebaruan dalam konten yang ditawarkan. Diantara program tersebut adalah pameran seni rupa, merchandise booth, panggung pertunjukan, serta program bersama Jogja Art Weeks (JAW) yang bersamaan dengan sosialisasi tema Artjog MMXIX meluncurkan website-nya: http://www.jogjaartweeks.com.

Informasi selengkapnya mengenai Artjog MMXIX dapat diakses melalui situs http://artjog.co.id

 

Back to Home