Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:51 WIB | Senin, 22 September 2014

Spanduk Dukung Pilkada Langsung Bertebaran

Spanduk Dukung Pilkada Langsung Bertebaran
Spanduk bergambar wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tulisan SBY Bapak Demokrasi tentang dukungan terhadap pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung terpampang di sebuah pagar yang terletak di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/9). Polemik tentang rancangan undang undang (RUU) Pilkada mulai ramai diperbincangkan sejak anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membahasnya sampai nanti hasil keputusan pada Kamis (25/9). (Foto-foto: Dedy Istanto).
Spanduk Dukung Pilkada Langsung Bertebaran
Salah satu warga saat melintas disebuah spanduk bertuliskan Dukung Pilkada Langsung yang terpasang dipagar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.
Spanduk Dukung Pilkada Langsung Bertebaran
Spanduk mendukung Pilkada langsung juga terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan.
Spanduk Dukung Pilkada Langsung Bertebaran
Salah satu spanduk tentang mengkritisi Koalisi Merah Putih yang mendukung Pilkada melalui DPRD juga terpampang di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Spanduk bertuliskan dukungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung marak di jalanan ibu kota Jakarta. Salah satunya spanduk bergambar wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditambah dengan tulisan “ SBY Bapak Demokrasi “ yang terpampang di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/9).

Selain itu spanduk serupa juga terdapat di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan yang bertuliskan “ Rakyat Dukung Pak SBY dan Partai Demokrat Dukung Pilkada Langsung “ juga terpampang di jembatan penyeberangan orang (JPO). Kemudian masih di tempat yang sama spanduk bertuliskan tentang “ Dukung Pilkada oleh DPRD Koalisi Merah Putih (DPR) Pengkhianat Demokrasi juga terpasang sampai dengan sore ini.

Polemik tentang rancangan undang undang (RUU) Pilkada dalam sepekan ini menjadi kontroversi setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membahas perihal tersebut sampai dengan nanti menjelang keputusan pada Kamis (25/9).

Proses mekanisme Pilkada yang dikembalikan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD dinilai sejumlah pengamat politik sebuah kemunduran dalam berdemokrasi yang selama sepuluh tahun ini telah berjalan. Hal serupa juga membuat sejumlah elemen dan kelompok dari masyarakat sipil pegiat demokrasi juga turut bersuara dengan menggelar sejumlah aksi menolak RUU Pilkada yang dibahas oleh DPR.

Dukungan terhadap Pilkada langsung juga pada Senin (15/9) lalu membuat Partai Demokrat memberikan pernyataannya setelah Presiden SBY berbicara dalam suatu wawancara. Hal tersebut membuat sejumlah partai politik (Parpol) yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih geram dan tetap melanjutkan Pilkada dipilih melalui DPRD. 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home