Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 11:05 WIB | Jumat, 12 Juni 2015

Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus

Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus
Jembatan stasiun Palmerah, menghubungkan penumpang dari pinggir jalan menuju stasiun yang hanya menggunakan anak tangga dan tidak dilengkapi jalur khusus kursi roda atau penyandang tuna netra. Stasiun Palmerah masih minim aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, Kamis (11/6). (Foto-foto: Dedy Istanto).
Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus
Anak tangga yang menghubungkan jalur para penumpang menuju stasiun Palmerah belum dilengkapi jalur khusus untuk pengguna kursi roda terlihat pada bangunan stasiun yang baru saja selesai direnovasi.
Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus
Seorang anak sekolah dasar (SD) saat menggunakan fasilitas elevator yang berada di stasiun Palmerah belum juga memenui standar aksesbilitas bagi warga yang berkebutuhan khusus, meski sudah ada lift namun diperuntukan bagi umum.
Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus
Jalur elevator yang menghubungkan dari lantai dua stasiun menuju jalur kereta yang belum dilengkapi aksesbilitas bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.
Stasiun Palmerah Minim Aksesibilitas Berkebutuhan Khusus
Akses pintu dan masuk para penumpang dengan sistem buka tutup juga menjadi sulitnya akses bagi penyandang disabiltas dan juga warga yang berkebutuhan khusus.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Stasiun kereta Palmerah di Jalan Gelora, Jakarta Barat masih minim akses untuk penyandang disabilitas dan juga ibu hamil, berkebutuhan khusus. Bangunan stasiun berlantai dua yang baru saja direnovasi dan mulai beroperasi pada Sabtu (6/6) belum dilengkapi fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus.

Tangga masuk penghubung dari jalan Gelora menuju stasiun tidak tersedia jalur bagi penyandang disabilitas. Tidak adanya aksesibilitas penyandang pengguna kursi roda, tuna netra serta ibu hamil dan orang tua akan menyulitkan mereka masuk stasiun. Seperti terlihat pada Kamis (11/6), lift dan ruang khusus antrean penyandang disabilitas tidak disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Minimnya fasilitas bagi penyandang disabilitas, ibu hamil dan orang lanjut usia harusnya menjadi perhatian dan prioritas pemerintah. Sampai sekarang, tidak semua sarana prasarana publik mampu diakses oleh masyarakat berkebutuhan khusus. 

Dalam pesan Hari Standar Internasional atau World Standarts Day yang diperingati pada tanggal 14 Oktober menyampaikan sedikitnya 650 juta jiwa secara global mengalami berbagai disabilitas, seperempat dari seluruh penduduk di negara maju berusia 60 tahun atau lebih. Dan diprediksikan tahun 2050 sebagian besar negara berkembang akan mengalami hal serupa.

Fasilitas publik seyogyanya menjangkau semua kalangan masyarakat termasuk penyandang disabilitas, ibu hamil serta lansia. Dengan begitu, semua warga negara dapat hidup berdampingan dengan akses yang sama dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan juga budaya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home