Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:15 WIB | Sabtu, 30 September 2017

Stroberi Berkhasiat Tingkatkan Daya Ingat

Stroberi (Fragaria sp.). (Foto: clv.h-cdn.co)

SATUHARAPAN.COM – Buah yang satu ini bentuknya cantik, warnanya menarik. Ukurannya mungil. Siapa saja akan tergoda untuk menyantapnya.

Stroberi memiliki aroma yang khas, warna merah cerah, tekstur yang lembut, dan manis rasanya. Cita rasanya asam segar, tak heran kalau stroberi selain dikonsumsi langsung dalam bentuk buah segar, sering juga dipakai sebagai perasa tambahan selain cokelat, baik itu untuk es krim, sirup, kue, jus, pai, es krim, salad, milkshake, dan cokelat. Serat dan aroma stroberi buatan juga banyak digunakan di banyak produk seperti lipgloss, permen, pembersih tangan, parfum, dan banyak lainnya.

Buah stroberi berwarna merah, menandakan buah ini kaya akan pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan yang tinggi. Karena kandungan antioksidan yang tinggi itulah stroberi mempunyai banyak khasiat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Annals of Neurology, dikutip dari news.harvard.edu, menemukan bahwa wanita yang makan dua porsi atau lebih stroberi seminggu bisa menunda penuaan kognitif pada otak hingga 2,5 tahun, ketimbang dengan mereka yang makan sedikit atau tidak makan produk beri sama sekali.

"Kami memberikan bukti epidemiologi pertama bahwa buah beri dapat memperlambat perkembangan penurunan kognitif pada wanita lansia," kata peneliti utama Dr Elizabeth Devore di Brigham and Women Hospital dan Harvard Medical School di Boston.

Dalam temuannya, peneliti melibatkan 16.010 wanita yang ikut bagian dalam Nurse Health Study. Dalam kajiannya, peneliti mencatat pola makan semua wanita sejak tahun 1980, dan mengukur fungsi mental partisipan pada usia 70 tahun atau lebih dan yang tidak mengidap stroke antara tahun 1995 dan 2001.

Peneliti mengukur fungsi kognitif peserta selama wawancara lewat telepon yang dilakukan dalam interval waktu 2 tahun. Kemudian peserta diminta menjalani tes memori seperti mengulang setiap percakapan yang baru didengar atau mengingat kata-kata atau angka-angka. Hasil temuan menunjukkan mereka yang makan lebih banyak buah beri memiliki otak lebih muda 2,5 tahun daripada mereka yang tidak makan buah beri.

Para peneliti menyimpulkan, asupan tinggi flavonoid, senyawa yang ditemukan dalam tanaman yang memiliki antioksidan kuat dan antiinflamasi, terutama dari beri, berfungsi dalam mencegah penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Morfologi Tanaman Stroberi

Stroberi,dikutip dari unud.ac.id, adalah tanaman subtropis dari marga (genus) Fragaria, yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17-20 derajat C dan disertai dengan curah hujan 600- 700 mm/tahun. Stroberi tumbuh dengan baik pada tanah dengan drainase yang baik.

Struktur akar tanaman stroberi terdiri atas pangkal akar, batang akar, ujung akar, bulu akar, serta tudung akar. Tanaman stroberi berakar tunggang (radix primaria), terus tumbuh memanjang dan berukuran besar.

Akar serabut stroberi di dalam tanah tumbuh dangkal dan menyebar secara horizontal. Akar muncul dari batang yang pendek dan tebal berbentuk rumpun. Dari rumpun tersebut dapatmuncul tunas yang akan menjadi crown baru, sulur dan bunga. Secara botani sulur merupakan batang ramping yang tumbuh keluar dari ketiak daun pada dasar rumpun dan menjalar sepanjang permukaan tanah.

Batang utama tanaman stroberi sangat pendek. Daun-daun terbentuk pada buku dan pada ketiak setiap daun terdapat pucuk aksilar, jarak daun yang satu dengan yang lain sangat kecil, dan memberi penampakan seperti rumpun tanpa batang. Batang utama dan daun yang tersusun rapat ini disebut crown.

Daun stroberi tumbuh melingkar, berbulu lebat sampai jarang, terdiri atas tiga anakan daun (daun majemuk), dengan tepi bergerigi.

Bunga stroberi mempunyai 10 kelopak yang berwarna hijau. Bunga berbentuk tandan yang terdiri atas beberapa  tangkai utama yang masing-masing ujungnya terdapat satu bunga yang disebut bunga primer, dan dua tangkai serta bunga-bunga di bawahnya yang disebut bunga sekunder.

Buah stroberi yang kita kenal sebenarnya adalah buah semu, bukan buah yang sebenarnya. Buah stroberi yang dikenal masyarakat selama ini adalah reseptakel atau jaringan dasar bunga yang membesar. Buah yang sebenarnya adalah biji-biji kecil berwarna putih yang disebut dengan achen. Biji stroberi berukuran kecil, pada setiap buah menghasilkan banyak biji. Biji berukuran kecil terletak di antara daging buah.

Stroberi menurut Wikipedia, merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Cile, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L., menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia.

Spesies lain, yaitu Fragaria vesca L., lebih menyebar secara luas. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Buah stroberi disebutkan dalam literatur Romawi kuno yang mengacu pada penggunaan obatnya. Orang Prancis mulai mengambil stroberi dari hutan ke kebun mereka untuk panen pada abad ke-14. Charles V, raja Prancis dari tahun 1364 sampai 1380, memiliki 1.200 tanaman stroberi di kebunnya. Pada awal abad ke-15 biksu Eropa barat menggunakan stroberi liar.

Pada abad ke-16, referensi tentang penanaman stroberi menjadi lebih umum. Orang-orang mulai menggunakannya karena sifat obatnya yang seharusnya dan ahli botani mulai menamai spesies yang berbeda.

Buah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada masa petengahan tahun 1990-an. Sifat tanaman yang membutuhkan udara dingin membuat stroberi dikembangkan di daerah-daerah dingin di Indonesia.

Awalnya spesies stroberi yang dikembangkan adalah Fragaria vesca L., yang memang paling cepat menyebar ke seluruh dunia. Namun, jika sekarang membeli buah stroberi di pasar swalayan, itu adalah jenis stroberi hibrida.

Wikipedia menyebut nama ilmiah tanaman ini Fragaria ananassa, diambil dari kata “fragans” yang artinya harum yang merujuk dari bau harum buah stroberi.

Varietas stroberi yang dapat ditanam di Indonesia antara lain: Oso Grande dan Chandler (asal California), Rosa Llinda (asal Florida), Sweet Charlie, Tristar (asal Amerika Barat), Nyoho (asal Jepang Selatan dan Korea), Hokowaze (asal Jepang Utara).

Varietas- varietas tersebut seperti dikutip dari balitjestro.litbang.pertanian.go.id, banyak dibudidayakan, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Lembang, Cianjur, Cipanas dan Sukabumi (Jawa Barat), Batu dan Situbondo (Jawa Timur), Magelang dan Purbalingga (Jawa Tengah), Bedugul (Bali), dan Berastagi (Sumatera Utara).

Manfaat Herbal Stroberi

Tanaman stroberi dikutip dari unair.ac.id, dibudidayakan di seluruh dunia karena aroma, warna merah cerah dan manis yang khas. Selain itu, stroberi juga terbukti memiliki banyak konten, termasuk potasium, magnesium, fosfor, kalsium, zat besi, dan vitamin A, E, K, C. Beberapa penelitian juga menunjukkan stroberi juga memiliki senyawa flavonoid, salah satunya adalah antibakteri.

Buah stoberi dikutip dari balitjestro.litbang.pertanian.go.id,  memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena mengandung quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol. Kandungan tersebut menjadikan stroberi sebagai alternatif yang baik untuk meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko beberapa penyakit kanker dan memberikan dorongan positif terhadap kesehatan tubuh.

Buah stoberi juga berguna untuk membantu penerapan zat besi dari sayuran yang dikonsumsi. Selain itu, buah stoberi dapat membantu proses diet dan baik bagi penderita diabetes.

Buah stoberi juga dapat dimanfaatkan untuk kecantikan, di antaranya obat jerawat, mempercantik kulit, memutihkan gigi, serta meningkatkan kekuatan otak dan penglihatan.

Daun stoberi berperan sebagai diuretik dan antireumatik. Selain mengandung ellagic acid, daun stoberi juga memiliki zat astringent. Lumatan daun stoberi berguna untuk mencegah pengeriputan kulit wajah.

Akar stoberi mengandung zat antiradang. Dengan meminum air rebusan akar tersebut dapat memulihkan pembengkakan akibat nyeri sendi dan asam urat. Akar stoberi juga bermanfaat sebagai obat diabetes.

Tim peneliti Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang menguji efek antimikroba ekstrak ethanol stroberi terhadap Staphylococcus epidermidis.  Staphylococcus epidermidis adalah flora normal pada manusia namun pada keadaan tertentu dapat menyebabkan infeksi nosokomial pada manusia yang berkaitan dengan penggunaan alat-alat medis yang dapat berakibat sepsis.

Buah stroberi mengandung kombinasi ellagitanin, proanthocyanin, dan anthocyanin yang bekerja secara sinergis sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya efek antimikroba ekstrak ethanol stroberi terhadap Staphylococcus epidermidis.

Hasil uji menunjukkan, semakin tinggi konsentasi ekstrak ethanol stroberi maka semakin rendah pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak etahnol stroberi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.

Sedangkan tim peneliti Laboratorium Fisiologi, Fakultas Gizi, Universitas Kobe Gakuin, Nishi-ku, Kobe, Jepang, meneliti  varietas stroberi antitrombotik eksperimental juga efektif pada manusia.

Pencegahan penyakit trombotik arteri atau risiko perdarahan pada pasien arteri akut dan kronis koroner (CAD) diprioritaskan tinggi di negara maju. Karena diet yang tidak tepat dianggap sebagai faktor risiko penting dari kejadian trombotik, asupan harian dari diet antitrombotik mungkin menawarkan cara pencegahan yang mudah dan efektif.

Penelitian itu dilakukan untuk memperluas penelitian ini ke manusia. Filtrat stroberi disiapkan dan diberikan secara oral. Varietas stroberi (KYSt-4; Nohime) yang sebelumnya menghambat trombosis eksperimental menunjukkan efek antitrombotik pada manusia, sedangkan varietas eksperimental tidak aktif (KYSt-10) dan juga kontrol yang relevan (air) tidak efektif.

 

 

 

 

Editor : Sotyati

Back to Home