Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Melki Pangaribuan 15:24 WIB | Rabu, 09 Oktober 2019

Survei: 12 Persen Orang Inggris Pura-pura Baca Alkitab

Ilustrasi. Alkitab (Foto: sandiegouniontribune.com)

LONDON, SATUHARAPAN.COM - Alkitab berada dalam peringkat teratas dalam daftar buku-buku bacaan orang Inggris tetapi mereka berbohong telah membacanya, menurut survei yang dilakukan oleh Sky Arts.

Sky Arts adalah saluran televisi berorientasi seni yang menawarkan program 24 jam sehari yang didedikasikan untuk seni kelas atas, termasuk pertunjukan teater, film, dokumenter, dan musik.

Sky Arts mensurvei 2.000 orang bertepatan dengan dilakukannya siaran langsung Cheltenham Literary Festival. 

Seperti dilansir dari christiantoday.com, hari Selasa (8/10), Alkitab mendapat peringkat tertinggi sebesar 12 persen, ketika orang ditanya buku mana yang mereka pura-pura baca di depan orang lain. 

Survei tersebut terlepas dari Guinness Book of Records yang mengklaim bahwa Alkitab merupakan buku terlaris sepanjang masa. 

Sementara di peringkat lainnya masing-masing sebesar 10 persen yaitu buku William Shakespeare “Romeo and Juliet” dan buku “To Kill a Mockingbird” merupakan buku yang paling banyak dibaca orang dalam kepura-puraan. Buku-buku lainnya dalam 10 besar termasuk Pride and PrejudiceWar and Peace, dan The Odyssey

Sebesar 31 persen mengatakan mereka berbohong tentang buku-buku yang mereka baca agar tampak lebih cerdas, sementara 37 persen mengatakan mereka hanya ingin bergabung dalam percakapan tentang buku yang dimaksud, seperti dilaporkan independent.co.uk.

Mereka yang menjawab survei itu juga mengakui bahwa mereka meletakkan buku-buku tertentu di rak buku mereka untuk membuat diri mereka terlihat lebih berbudaya, sementara yang lain menghafal kutipan terkenal yang tampak berkesan cendekiawan.

Satu dari 10 telah memposting foto diri mereka memegang buku "intelektual" di media sosial, yang tidak pernah mereka sentuh lagi buku tersebut. 

Survei ini juga menyebutkan bahwa mereka mengakui telah membaca buku-buku itu sejak lama namun tidak dapat menjelaskan "detailnya" dan mereka berpura-pura batuk untuk mengubah topik pembicaraan dengan orang lain.

"Kami mengatakan bahwa kami adalah bangsa pembaca, tetapi ternyata kami juga bangsa yang pembohong ketika harus terjebak dalam sebuah buku," kata Phil Edgar-Jones, Direktur Sky Arts.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home