Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Ignatius Dwiana 19:09 WIB | Sabtu, 24 Mei 2014

Tahu Politik: Pameran Kartun Dodo Karundeng

Tahu Politik: Pameran Kartun Dodo Karundeng
Para pengunjung menikmati sejumlah karya Dodo Karundeng. (Foto-foto: Ignatius Dwiana)
Tahu Politik: Pameran Kartun Dodo Karundeng
Para pengunjung menikmati sejumlah karya Dodo Karundeng.
Tahu Politik: Pameran Kartun Dodo Karundeng
Karya kartun tematik pameran ‘Tahu Politik’.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dodo Karundeng melakukan pameran kartun di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Selasa (20/5) hingga Jumat (30/5).

Mantan editor dan pewarta foto ANTARA ini menyebutkan dalam pengantarnya tentang alasan dia mengangkat tema politik dalam kartunnya. Dia menilai kartun politik menyimpan ingatan akan masa lalu sehingga tanggal pembuatan pun menjadi penting, seperti dalam kasus Bank Century, Krakatau Steel, monarki Yogyakarta, atau pun menyoroti kasus korupsi.

"Dunia kartun sebetulnya sinyal-sinyal kebudayaan yang muncul. Kartunis pun bukan cuma tukang gambar. Mereka juga harus punya sikap dan ideologi."

Bagi Dodo "kartunis adalah orang-orang yang lebih bisa merenung karena modalnya cukup kertas yang kecil, tinta dan pensil, tetapi bicara soal-soal besar." Tetapi masalah itu dinilainya hal yang belum nampak di Indonesia.

"Kita belum terbiasa dengan kritik. Lucunya kalau ada lomba gambar kartun, syaratnya tidak boleh menyinggung pribadi, porno, dan SARA. Seolah-olah hidup ini hanya terbatas pada hal-hal itu saja."

Sementara bagi Dodo kartun merupakan kunci kemampuan berkomunikasi. Baik kartun, mural, atau graffiti merupakan bentuk media komunikasi itu. Hal itu merupakan wujud kritik dan kasihnya. Sementara di luar itu hanyalah seni iklan yang sekedar berjualan.

Editor : Bayu Probo

Back to Home