Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 09:56 WIB | Kamis, 02 Mei 2019

Tahun Depan, Indonesia Siap Jadi Kiblat Fashion Muslim Dunia

Ilustrasi. Pergelaran Muffest 2017; ajang promosi dan membuka akses pasar bagi produk fashion Muslim rancangan para desainer Indonesia. (Foto: Dok satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengemukakan, selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fashion Muslim dunia. Hal ini mengacu pada laporan The State Global Islamic Economy, bahwa Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fashion Muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab.

Selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fashion Muslim dunia.

“Menyongsong tahun 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fashion Muslim dunia pada tahun 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya,” kata Menperin Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 di Jakarta, Rabu (1/5), melalui siaran pers Humas Kemenperin, yang dilansir situs setkab.go.id.

Menurut laporan The State Global Islamic Economy, konsumsi fashion Muslim dunia saat ini mencapai 270 miliar dollar, yang diproyeksi terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 5 persen, sehingga pada tahun 2023 bakal menyentuh hingga 361 miliar dollar AS. Sedangkan, konsumsi fashion Muslim di Indonesia berada di angka 20 miliar dollar AS dengan laju pertumbuhan 18,2 persen per tahun.

“Peluang pasar fashion Muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri fashion Muslim dari dalam negeri,” kata Menperin.

Muffest: Ajang Promosi dan Akses Perluas Pasar

Perkembangan jumlah umat Muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fashion Muslim. Pada tahun 2018, jumlah populasi umat Islam mencapai 24 persen dari total penduduk Muslim dunia.

Industri fashion Muslim yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tesktil (TPT), menurut Menperin, memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Ekspor produk TPT nasional mencapai 13,27 miliar dollar AS pada tahun 2018 atau tumbuh 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 12,59 miliar dollar AS.

“Pasar fashion Muslim terbesar adalah ke negara-negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam), yakni mencapai 191 miliar dollar AS. Hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI,” kata Menperin.

Pada sisi lain, lanjut Menperin, kinerja industri TPT semakin tumbuh signifikan, dari 3,76 persen pada tahun 2017 menjadi 8,73 persen pada tahun 2018.

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi terhadap penyelanggaraan Pameran Muslim Fashion Festival. Selain sebagai ajang promosi beragam produk fashion Muslim nasional, diharapkan juga dapat menjadi akses untuk memperluas pasar internasional.

“Melalui kegiatan ini, tentunya akan mendatangkan buyer potensial, kemudian terjadi business to business. Apalagi adanya desainer muda dari SMK, ini sejalan dengan program Presiden terkait pengembangan SDM yang sedang menjadi prioritas, termasuk dalam memacu sektor industri kreatif khususnya fashion karena masuk dalam Making Indonesia 4.0,” ia memaparkan.

Airlangga melihat bahwa karya cipta anak bangsa sudah punya level yang baik di era digital. Misalnya, produk fashion, kosmetika, dan perhiasan yang sudah merambah pasar mancanegara. “Di ASEAN, kita jadi yang terbaik dan terkreatif. Bahkan, dengan pasar era digital saat ini, membuka IKM untuk punya peluang yang sama dalam menjangkau pasar lebih luas lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Indonesia dinilai punya potensi besar dalam pengembangan industri yang berbasis lifestyle atau gaya hidup, termasuk produsen fashion, kosmetika, dan perhiasan. “Tiga serangkai ini pertumbuhannya mampu di atas 3 persen,” ia mengungkapkan.

Muffest digelar pada 1-4 Mei 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Selain Fashion Show, Muffest 2019 akan menghadirkan exhibition (pameran dagang) ritel atau BZC (Business to Customer), dan mengarah pada B2B (Business to Business), fashion presentation, talkshow, seminar, serta kompetisi desain fashion.

Dalam sesi fashion show, akan hadir beragam gaya busana muslim karya desainer Indonesia, mulai dari konvensional, kontemporer, hingga syar’i yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 bertema Singularity.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home