Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:37 WIB | Selasa, 30 September 2014

Tak Semua Cuaca Ekstrem Akibat Pemanasan Global

Pemanasan global akibat ulah manusia akibatkan gelombang panas. (interaksyon.com)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM  – “Gelombang panas tahun lalu di Asia, Eropa dan Australia dipengaruhi oleh perubahan iklim yang disebabkan manusia, namun tidak semua cuaca ekstrem dapat dikaitkan dengan pemanasan global, “ kata para ilmuwan pada Senin (29/9).

Total dari 16 peristiwa esktrem  “meliputi hujan, banjir, kekeringan dan badai” dianalisis dalam sebuah laporan tahunan yang disebut “Explaining Extreme Events of 2013 from a Climate Perspective” diterbitkan oleh Bulletin of the American Meteorological Society.

“Peristiwa yang disebut dalam penelitian tersebut tidak mewakili tahun ini secara keseluruhan, namun hanya yang memberikan dampak besar dan merupakan kepentingan ilmiah, “ kata laporan tersebut yang disusun oleh 92 ilmuwan dari seluruh dunia.

Kaitan yang paling pasti antara cuaca esktrem dan pembakaran bahan bakar fosil “yang memuntahkan karbon dioksida dan berkontribusi meningkatkan level gas rumah kaca” terlihat di Australia.

Lima penelitian independen menemukan, bahwa pengaruh manusia secara substansial meningkatkan kemungkinan dan keparahan gelombang panas di negara tersebut.

“Hasil penelitian Australia agak mencolok,” kata Peter Scott, salah satu editor laporan dari Met Office Hadley  Centre, Inggris.

Musim panas ekstrem di Jepang, Korea dan Tiongkok tahun lalu juga lebih besar kemungkinannya akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia, menurut temuan laporan tersebut.

Di Selandia Baru, pemanasan global “menyebabkan kondisi meteorologi yang lebih mendukung kekeringan pada 2013,” katanya.

Baik variabilitas iklim alami dan pemanasan, yang disebabkan manusia ditemukan menjadi faktor musim panas yang kering dan sangat panas di Eropa Barat.

Hal itu juga menjadi bukti bahwa perubahan iklim yang disebabkan manusia, berkontribusi pada hujan sangat deras yang terjadi satu kali dalam 100 tahun di India pada Juni 2013, menurut laporan tersebut. (AFP/Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home