Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 21:17 WIB | Jumat, 17 Januari 2020

Taliban Afghanistan Tawarkan Gencatan Senjata 10 Hari

Pemimpin tertinggi kelompok pemberontak Taliban Afghanistan, Mullah Abdul Ghani Baradar, (tengah) ketika tiba dengan anggota delegasi Taliban lainnya untuk mengadakan pembicaraan di Moskow, Rusia. (Foto: dari AP)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Kelompok pemberontak Taliban Afghanistan akan menerapkan gencatan senjata dalam 10 hari dengan pasukan Amerika Serikat, pengurangan kekerasan dengan pasukan Afghanistan dan membahas dengan pejabat pemerintah Afghanistan untuk mencapai kesepakatan dengan perunding AS dalam pembicaraan di Doha, kata dua sumber dikutip Reuters.

Jika kesepakatan tercapai, langkah itu bisa menghidupkan kembali harapan untuk solusi jangka panjang mengatasi konflik bersenjata di Afghanistan.

Berita itu muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Afghanistan, Shah Mehmood Qureshi, mengatakan bahwa Taliban telah menunjukkan "keinginan" untuk mengurangi kekerasan di Afghanistan yang dilanda perang lebih dari 18 tahun melasan AS. Hal itu memicu spekulasi bahwa kemungkinan akan ada terobosan dalam pembicaraan dengan AS.

Tim negosiasi Taliban dan AS bertemu pada hari Rabu dan Kamis (15-16/1) untuk membahas penandatanganan perjanjian damai, menurut juru bicara kantor Taliban di Doha, Qatar.

Pembicaraan antara kedua belah pihak akan "berguna" dan berlanjut selama beberapa hari, kata juru bicara itu, Suhail Shaheen, hari Jumat (17/1).

Pembicaraan antara militan Taliban dan AS untuk mengakhiri perang selama 18 tahun di Afghanistan dibatalkan pada September tahun lalu oleh Presiden AS, Donald Trump, setelah seorang tentara Amerika terbunuh dalam serangan oleh Taliban.

Pembicaraan dilanjutkan setelah Trump mengunjungi pasukan AS di Afghanistan pada November, namun ada "jeda" lagi pada bulan berikutnya setelah Taliban melancarkan serangan bunuh diri di pangkalan militer AS di luar Kabul yang menewaskan dua warga sipil.

Namun demikian, dua sumber yang dekat dengan masalah tersebut, hari Rabu (15/1) mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Taliban telah membahas dan setuju untuk menerapkan gencatan senjata 10 hari dengan pasukan AS setelah perjanjian ditandatangani dengan para pejabat AS di Doha, dan juga "mengurangi" serangan terhadap pemerintah Afghanistan.

Seorang komandan senior Taliban mengatakan, "AS ingin kami mengumumkan gencatan senjata selama pembicaraan damai yang kami tolak. (Dewan) Syura kami telah menyetujui gencatan senjata pada hari perjanjian damai ditandatangani."

Begitu kesepakatan untuk gencatan senjata diberlakukan, pemerintah Taliban dan Afghanistan dapat bertemu langsung di Jerman, kata komandan itu. Sebelumnya, Taliban telah menolak untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan.

"Perwakilan kami telah bertemu dengan tim negosiasi AS di Doha dan mereka terus menuntut gencatan senjata yang telah kami tolak karena beberapa masalah," kata komandan Taliban. "Sekarang sebagian besar keberatan kami sudah ditangani."

Sumber lain yang dekat dengan perundingan mengkonfirmasi versi komandan. Namun tanggal penandatanganan perjanjian dengan pihak AS belum ditetapkan. Komandan Taliban mengatakan dia berharap itu akan "segera". Kedua sumber meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak mengomentari masalah ini. Pentagon juga merujuk ke Departemen Luar Negeri. Sedangkan para pejabat di Istana Presiden Afghanistan mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kesepakatan.

Kekerasan di Afghanistan meningkat setelah gagalnya perundingan pada September tahun lalu. Lonjakan serangan telah menyebabkan banyak orang takut bahwa peluang perjanjian damai telah memudar.

Kesiapan Taliban untuk mengurangi kekerasan menghidupkan kembali peluang proses perdamaian dapat bergerak maju sebelum Taliban meluncurkan apa yang biasanya merupakan ofensif musim semi tahunan pada sekitar awal April.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home