Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:19 WIB | Kamis, 13 September 2018

Taman Hutan Kota Turunkan Suhu Surabaya 2 Derajat

Ilustrasi. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) didampingi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kedua kiri), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) dan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana (kedua kanan) berkunjung ke Taman Harmoni, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/5/2016). Taman Harmoni yang luasnya sekitar 60 hektare dahulu merupakan tempat pembuangan sampah. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, suhu kotanya turun hingga 2 derajat Celsius dari kisaran 34 sampai 36 derajat Celsius setelah pembangunan banyak taman dan hutan kota, serta penerapan program-program pemeliharaan lingkungan seperti hari bebas kendaraan.

"Kini suhu di Surabaya sudah turun 2 derajat Celsius, karena kami banyak membangun taman dan juga hutan kota, termasuk pula berbagai program lingkungan, seperti car free day dan berbagai program lainnya," katanya di Surabaya, Kamis (13/9).

Risma mengatakan, setiap tahun Pemerintah Kota Surabaya membangun 10 sampai 20 taman, dua hutan kota, serta 10 sampai 15 lapangan olahraga.

"Kami juga sedang mengerjakan pembangunan Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia. Kami juga terus melakukan revitalisasi sungai, sehingga inilah yang berpengaruh pada penurunan suhu di Surabaya," katanya.

Saat menjadi pembicara dalam kongres United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) di Surabaya, Rabu (12/9), ia mengatakan bahwa 50 persen wilayah kotanya terdiri atas perkampungan.

Pada masa awal dia menjabat sebagai Wali Kota, menurut Risma, perkampungan di Surabaya identik dengan suasana kumuh, dengan banyak penyakit menular dan anak tidak berpendidikan.

"Tapi kini sudah berubah. Kampung menjadi potensi terbesar kami, karena saat ini kondisinya sudah bersih dan bisa mengolah sampah secara mandiri. Setelah itu, mereka menanam pohon di kampung-kampung mereka, saat ini penyakit di perkampungan juga menurun drastis," katanya. (Antaranews.com)

 

Back to Home