Google+
Loading...
SMASH AYUB
Penulis: Ayub Yahya 00:01 WIB | Minggu, 20 Mei 2018

Tantangan

Ilustrasi. Logo Satu Harapan. (Foto: Dok.)

SATUHARAPAN.COM - Apa tantangan gereja masa kini?

 

Bukan angin sekularisme dan atheisme yang semakin kencang; bukan roh radikalisme dan fanatisme kerdil kelompok keagamaan tertentu yang semakin marak; bukan pula situasi sosial politik yang bisa setiap saat bergolak – Pendek kata bukan terletak di luar gereja. Tetapi, menurut David McCraken, pendeta dan penulis buku yang sekarang berdomisili di Melbourne, justru terletak di dalam gereja sendiri, yaitu:

 

  • Aktivisme: sibuk, tetapi hampa makna; banyak kegiatan, tetapi tidak mengubah apa-apa dan tidak menambah apa-apa, kecuali capek di badan.Begitu berlalu, gone with the wind.
  • Formalisme: apa-apa harus dirapatkan dulu, segalanya mesti mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, tidak ada tempat bagi spontanitas dan kreativitas.
  • Rutinisme: sudah dari dulu-dulu begini, ya harus begini, tidak bisa tidak; berubah no way, pembaharuan hindari jauh-jauh.

 

Ketiga hal itulah yang akhirnya membuat gereja menjadi suam, atau bahkan hidup segan mati tak mau. Tak lagi dirasakan kehadirannya. Tak lagi didengar suara kenabiannya. Hanyut dan larut di tengah arus zaman.

 

Maka, adalah sebuah langkah yang perlu diapresiasi ketika GKI Sinwil Jabar bersedia menyingsingkan lengan baju mengadopsi Satuharapan.com. Bisa dibilang ini adalah salah satu bentuk upaya keluar dari kungkungan “isme-isme” di atas. Sebab di era digital ini, agar geliat dan kiprah gereja dapat semakin dirasakan oleh dunia, tidak bisa tidak, ia harus masuk ke dalam dunia virtual.

 

Pula, dengan pengadopsian Satuharapan.com oleh GKI ini menunjukkan, bahwa misi gereja tidak terbatas pada, misalnya, bagi-bagi sembako, posyandu, pembuatan MCK, dan pelayanan-pelayanan karitatif lainnya. Tentu saja itu semua baik juga dan tidak boleh dilupakan. Tetapi, bahwa ada area lain yang perlu digarap, yaitu pelayanan literatur. Lebih khusus, media massa online.

 

Jelas ini penting. Sebab ditengah banjirnya informasi sebagai dampak kemajuan pesat teknologi, sampah-sampah informasi pun turut menyeruak subur. Bahkan dalam beberapa kasus ada pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik dan ideologi tertentu yang justru dengan sengaja memproduksi hoax. Masyarakat butuh pegangan untuk mendapatkan informasi yang sehat dan valid. Di sini gereja perlu memainkan peranannya. Jangan malah asyik dalam zona nyaman.

 

Selamat untuk GKI Sinwil Jabar. Selamat untuk Satuharapan.com. Bersama bergandeng tangan untuk menebar kasih dan menabur harap, untuk Indonesia yang lebih baik. Untuk masyarakat yang lebih beradab.

 

Editor: Tjhia Yen Nie

Rubrik ini didukung oleh PT Petrafon (www.petrafon.com)

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home