Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 05:18 WIB | Sabtu, 26 Januari 2019

Taurat TUHAN

Memang manusia memiliki nurani, tetapi kita sadar nurani kadang tak bisa diandalkan!
Menyegarkan jiwa (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya” (Mzm. 19:8-9). Demikianlah pengakuan Daud.

Berkenaan firman Allah, Daud memakai empat kata sifat: sempurna, teguh, tepat, dan murni. Nah, jika keempat kata sifat itu mendapatkan awalan ”me” dan akhiran ”kan”, maka menjadi kata kerja: menyempurnakan, meneguhkan, menepatkan, dan memurnikan. Tak heran jika Daud mengakui bahwa firman Allah itu juga menyegarkan jiwa, memberikan hikmat, menyukakan hati, membuat mata bercahaya.

Firman Allah itu sempurna sehingga dapat menyegarkan jiwa. Menyegarkan berarti memberikan kesegaran; tidak menambah penat, tetapi menyegarkan. Hidup sudah berat dan firman Allah memberi kita kesegaran dalam meniti kehidupan yang berat ini. Dalam terjemahan lain dikatakan ”It gives new strenght”; memberi kekuatan baru.  Bahkan, dalam terjemahan lainnya tertera ”It gives us new life”; memberi kehidupan baru!

Menarik disimak bahwa firman Allah yang teguh itu, dikaitkan dengan orang yang tak berpengalaman . Peraturan Tuhan itu telah teruji dan ini sungguh berguna bagi setiap orang. Dan ngomong-ngomong soal keterujian, usia firman Allah memang lebih tua dari usia manusia. Dalam kekekalan firman Allah itu—yang dari kekal hingga kekal—manusia berada di antaranya. Karena itulah, manusia bisa mengandalkannya.

Firman Allah itu tepat dan murni sehingga bisa menyenangkan hati manusia dan membuat mata manusia bercahaya. Siapa yang tak suka melihat anak panah yang tepat mengenai sasarannya? Keputusan-keputusan manusia harus diakui sering tidak tepat. Dan firman Allah itu juga murni, tak ada kepalsuan di dalamnya, yang membuat orang lebih percaya diri, yang digambarkan dengan mata bercahaya.

Selanjutnya Daud mengakui, kemungkinan besar juga pengakuan semua manusia: ”Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari” (Mzm. 19:13).

Memang manusia memiliki nurani, tetapi kita sadar nurani kadang tak bisa diandalkan! Apa yang kita anggap benar, baik, dan tepat ternyata malah salah, jahat, dan kurang tepat. Dan karena itu kita  membutuhkan firman Allah! Kita membutuhkan Taurat TUHAN. Kita membutuhkan pegangan!

Editor : Yoel M Indrasmoro

Zuri Hotel
Back to Home