Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 10:47 WIB | Senin, 31 Juli 2017

Tepuk Tangan 30 Kali untuk Selamatkan Harimau

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) beraktivitas di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Jawa Tengah, diambil gambarnya Jumat (29/7/2016). (Foto: Dok satuharapan.com/Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – WWF-Indonesia mengajak menyelamatkan harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) dengan cara bertepuk tangan 30 kali #30Claps untuk mengeringkan tangan setelah cuci tangan.

Didasari hasil penelitian yang dilakukan WWF-Indonesia bekerja sama dengan creative agency Hakuhodo, terbukti masyarakat Indonesia yang hidup di kota besar mempunyai kebiasaan menghabiskan tiga lembar tisu untuk mengeringkan tangan. Sebagai catatan, sekitar 54 persen masyarakat Indonesia hidup di kota besar.

Ajakan WWF-Indonesia itu dilontarkan dalam rangka Global Tiger Day 2017, beberapa hari lalu. Bekerja sama dengan Central Park Mal, Neo Soho Mal, Senayan City, Kuningan City, The Plaza Balikpapan, APL Tower, dan Soho Capital, WW-Indonesia mengajak pengunjung melakukan tepuk tangan alih-alih memakai tisu.  

“Masyarakat tidak sadar bahwa kebiasaan memakai tisu yang berlebihan dan tidak berlabel FSC bisa berkontribusi pada kerusakan hutan di Indonesia. Penggunaan produk tisu yang tidak ramah lingkungan akan mendorong perluasan areal hutan tambanan dengan membuka hutan alam habitat satwa dilindungi seperti harimau,” ujar Aditya Bayunanda, Direktur Kebijakan, Keberlanjutan dan Transformasi WWF-Indonesia.

Aditya menambahkan, ”WWF mengajak masyarakat Indonesia untuk mengubah kebiasaan kecil dengan tepuk tangan #30Claps untuk mengeringkan tangan, demi melestarikan harimau sumatera.”

Sepanjang tisu yang digunakan bukan tisu yang berlogo FSC, kemungkinan tisu tersebut diproduksi belum memperhatikan kaidah kelestarian perlindungan satwa liar, menghormati hak-hak masyarakat adat dan tempatan, dan perlindungan gambut.

Lebih baik tidak menggunakan tisu untuk mengeringkan tangan dan lakukan tepuk tangan 30 kali sambil menuntut bahwa tisu yang disediakan di ruang publik adalah tisu yang memiliki logo FSC.

Gerakan Menghemat Tisu

“Sebagai destinasi belanja di kawasan Jakarta yang sangat peduli terhadap berlangsungnya kehidupan alam, kami mengajak pengunjung mal untuk ikut berpartisipasi dengan gerakan #30claps untuk mengeringkan tangan setelah beraktivitas di toilet,” ujar Selvyn, General Operation Manager Central Park dan Neo Soho Mall.

Ia menjelaskan, “Kami akan memulai gerakan menempel stiker imbauan #30claps pada setiap toilet sehingga menjadi pengingat dan akhir tahun nanti kami akan menghitung jumlah tisu yang berhasil kita hemat.”

Dari angka kehilangan hutan di atas, penyebab utamanya adalah perubahan peruntukan lahan dari hutan menjadi perkebunan dan hutan tanaman. Lebih dari 7 juta hektare hutan Sumatera yang merupakan habitat harimau telah berubah menjadi perkebunan, dan hutan tanaman industri (industri kertas dan tisu). Tingginya laju perubahan hutan menjadi perkebunan maupun hutan tanaman adalah akibat meningkatnya angka permintaan komoditi yang berasal dari hutan tersebut.

Saat ini di angka kebutuhan tisu di Central Park Mal, Neo Soho Mal, APL Tower dan Soho Capital sebesar 2.250 kg. Kampanye ini ditargetkan untuk mengurangi penggunaan tisu sebanyak 60 persen dalam waktu enam bulan ke depan.

Selain itu, dari Juli - Desember akan ada beberapa aktivasi langsung seperi flash mob dan lain-lain. Pengunjung juga dapat berpartisipasi langsung menyelamatkan harimau dengan cara berdonasi melalui celengan bentuk harimau yang diletakkan di beberapa titik di mal dan juga mengadopsi Tiger Papier Marche’ yang dipajang di mal.

Kategori Critically Endangered

Harimau sumatera masuk dalam spesies yang kritis (CR-Critically Endangered) dalam daftar merah IUCN (Lembaga International yang bergerak di bidang konservasi alam). Saat ini jumlah populasi harimau sumatera seperti yang dipublikasikan IUCN tersisa 371 individu di hutan tropis Sumatera.

Dengan tepuk tangan #30Claps Anda sudah membantu menyelamatkan hutan Indonesia. Kebiasaan baru tepuk tangan setelah mencuci tangan tak hanya untuk menyelamatkan lebih banyak pohon dan hutan tapi juga membuat hari kita jadi lebih menyenangkan! (wwf.or.id)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home