Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 06:00 WIB | Sabtu, 13 Mei 2017

Teras Management Gelar Dua Pameran Seni Cetak Grafis

Ilustrasi poster pameran seni cetak grafis “Jogja Edition” yang diselenggarakan di Sangkring Art Project, Nitiprayan, Rt. 01, Rw. 20, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta, 15-30 Mei 2017 (Foto: Miracle prints)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dalam waktu yang hampir bersamaan TERAS Management, studio yang berada di jalan Suryodiningratan 34, Yogyakarta akan menggelar dua pameran seni cetak grafis. Perupa Syahrizal Pahlevi selaku pendiri studio menjelaskan bahwa kedua pameran akan berlangsung di dua tempat berbeda.

Pada 13 Mei - 13 Juni 2017 bertempat di New Miracle Prints, Jalan Suryodiningratan No 34 Yogyakarta digelar pameran “Kecil itu Indah, After Edwin’s”, sementara pada 15-30 digelar pameran "Jogja Edition" di Sangkring Art Project, Kampung Nitiprayan Kasihan, Bantul.

Pameran "Kecil itu Indah, After Edwin’s"

Pameran “Kecil Itu Indah” (KI2)  identik dengan Edwin’s Gallery (EG), Jakarta yang kerap  mengadakan pameran KI2 dengan banyak perupa. Modelnya adalah para perupa  “tertentu” diminta mem-buat karya dalam ukuran kecil/mini untuk pameran  sehingga  karya-karya seniman.perupa dapat terjangkau oleh beragam kolektor yang memiliki beragam latar belakang dan tujuan dalam mengapresiasi karya seni rupa. Tujuan lain karya dalam ukuran kecil dapat menjadi “jeda dan alternatif”  bagi perupa, penonton dan peminat seni rupa sekaligus galeri merekomendasikan bahwa  ukuran yang kecil tidak mengurangi kualitas dan muatan sebuah karya.

"Pameran “Kecil itu Indah, After Edwin’s” mengundang 23 perupa dari berbagai media “meneruskan” konsep pameran yang pernah digelar EG.  Setidaknya EG telah 14 kali membuat pameran “KI2” sehingga poin inilah yang ingin dicatat dan menjadi pijakan dalam mencari peserta. Separoh perupa menyatakan pernah terlibat dalam pameran yang dibuat oleh EG tersebut dan separoh lainnya menyatakan belum pernah terlibat/diajak/sempat," jelas Syahrizal Pahlevi kepada satuharapan.com, Sabtu (6/5) malam.

Pameran “Kecil itu Indah, After Edwin’s” akan melibatkan perupa Nugroho “HoHOX”, Joko “Gundul” Sulistiono, Komroden Haro, Januri, Sigit Bapak, Alie Gopal, Agus “Baqul” Purnomo, Amin Taasha, Tito Tryamei, Nasirun, Hayatuddin, Hari Budiono, Edo Pillu, Noor Ibrahim, Indra Dodi, Otje Lamno. Stevan Sixcio Kresonia, Joseph Wiyono, Surya Wirawan, Ambar Pranasmara, Dedy Supriadi. Joshua L. Tobing, Dona Prawita Arissuta,

Pameran “Kecil itu Indah, After Edwin’s” akan menampilkan karya 2 Dimensi, 3 Dimensi dan Mixed Media dalam dimensi ukuran panjang x lebar x tinggi maksimal 30x30x30 cm.

Pameran yang akan berlangsung hingga 13 Juni 2017 akan dibuka Sabtu (13/5) di New Miracle Prints, Jalan Suryodiningratan 34, Yogyakarta.

Pameran "Jogja Edition"

Pameran "Jogja Editions" adalah perpaduan even seni grafis, menggabungkan antara pameran dan art fair yang khusus menampilkan karya-karya cetak grafis terseleksi baik konvensional maupun kontemporer dari seniman Indonesia dan internasional.

Pameran "Jogja Edition" menggabungkan pameran 33 PRINTS yang kedua dan TERAS Print Fair untuk pertama kalinya.  33 PRINTS adalah pameran bersama oleh  3 pemenang karya terbaik (Three Best Works2nd Jogja International Miniprint Biennale (JIMB) tahun 2016 lalu. Para pemenang adalah: Deborah Chapman/Kanada, Dimo Kolibarov/Bulgaria dan Paolo Ciampini/Italia yang merupakan tiga pemenang utama disamping adanya dua pemenang harapan lainnya.

Sebagaimana pameran 33 PRINTS  yang pertama 2 tahun lalu, dalam pameran  kedua kali ini  ketiga pemenang utama   menampilkan masing-masing 11 karya yang terdiri dari 10 karya terbaru dalam ukuran bervariasi dan 1 buah karya yang berhasil menang dalam even 2nd JIMB 2016 yang lalu. Total keseluruhan terdapat 33 (tiga puluh tiga) karya dari 3 seniman yang juga menjadi judul pamerannya. 

Sebagai catatan, 33 PRINTS pertama telah dilaksanakan pada bulan Juni 2015 yang lalu bertempat di Situs Kriya-kompleks JNM Yogyakarta dan dilanjutkan pameran di Balai Soedjatmoko Solo di bulan September 2015. Saat itu ditampilkan karya-karya seniman Agugn Prabowo dan Deni Rahman dari Indonesia dan Lidija Antanasijevic dari Serbia.

Sementara TERAS Print Fair menghadirkan booth-booth dengan Solo Exhibition oleh Agung Prabowo (AGUGN) dari Bandung, Print Project dari KRACK Studio Yogyakarta, dan presentasi karya gabungan beberapa seniman: Setiawan Sabana dari Bandung, Sri Maryanto pegrafis asal Klaten yang kini bermukim di Jerman, Muhammad “Ucup” Yusuf, Ariswan Adhitama, Agung “Pekik” Hanafi, Irwanto Lentho dan Angga Sukma Permana dari Yogyakarta. Masih ditambah kehadiran 3 kelompok/komunitas seni grafis Yogyakarta yaitu; Club Etsa, Miracle Prints dan Survive Garage dalam booth khusus karya mini dan merchandise print.

Pameran "Jogja Edition" akan dibuka pada Senin (15/5) pukul 19.00, oleh Bre Redana dan berlangsung hingga 30 Mei 2017 di Sangkring Art Project, Nitiprayan, Rt. 01, Rw. 20, Ngestiharjo,  Kasihan Bantul, Yogyakarta

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home