Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 08:11 WIB | Rabu, 21 Oktober 2020

Terkait Pemenggalan Guru di Prancis, Imam Masjid Minta Maaf

Hassen Chalghoumi, imam masjid Drancy ketika berbicara meminta maaf. (Foto: tangkap layar video)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-“Kami meminta maaf,” kata Hassen Chalghoumi, imam masjid dari Drancy di pinggiran kota Paris, saat dia memberikan penghormatan di depan sekolah di mana guru sejarah dan geografi yang dipenggal di Conflans-Sainte-Honorine.

Polisi Prancis pada hari Senin (20/10) melancarkan serangkaian penggerebegan yang menargetkan jaringan ekstremis tiga hari setelah pemenggalan kepala seorang guru sejarah yang telah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad.

Dia mengatakan, “ Kami meminta maaf, karena dia melakukan atas nama agama kami.”

Dia juga menyebutkan bahwa pelaku telah tewas, dan dia memibta maaf pada keluarga.

Dalam pernyataanya dia mengatakan bahwa guru adalah nabi karena dia mengajar, dia menyampaikan pesan pada anak-anak yang sangat kami cintai, kami mempercayakan anak-anak kami kepada Anda. “Bukan anak kami yang memenggal kepala guru, bukan anak kami yang tidak menghormati guru kita. Bukan anak-anak kami yang beragama Islam yang melakukan kejahatan.”

Dia menyampaikan pesan untuk tidak takut. “Kita tidak boleh takut, kita tidak boleh memberikannya pada rasa takut pada yang tidak menghormati sekolah di Republik ini.”

“Musuh Republik”

Operasi oleh itu dilakukan sehari setelah puluhan ribu orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di seluruh negeri untuk menghormati guru sejarahitu, Samuel Paty, dan membela kebebasan berekspresi, termasuk hak untuk menayangkan kartun yang dianggap oleh banyak Muslim sebagai penghinaan.

Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin, mengatakan "lusinan" orang sedang diperiksa untuk dugaan radikalisasi.

Meskipun mereka "tidak selalu terkait" dengan pembunuhan Paty, pemerintah bertujuan untuk mengirim pesan bahwa "tidak akan ada jeda satu menit pun bagi musuh Republik," tambahnya.

Darmanin mengatakan pemerintah juga akan memperketat aturan pada LSM yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan Islamis, termasuk Anti-Islamophobia Collective.

Colektive, yang mengumpulkan data tentang serangan anti-Muslim, pada hari Senin menuduh menteri tersebut memfitnah. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home