Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 06:18 WIB | Senin, 05 Oktober 2015

Tim DVI Akan Manfaatkan Data Siskohat Sebagai Antemortem

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil didampingi Konjen RI di Jeddah Dharmakirty memimpin rapat dengan Tim Disaster Victim Identification (DVI) di ruang rapat Daker Mekkah, hari Minggu (4/10). (Foto: kemenag.go.id)

MEKKAH, SATUHARAPAN.COM – Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombes dr. Mas’udi mengatakan bahwa dalam melakukan identifikasi jenazah jemaah haji Indonesia, pihaknya akan memanfaatkan data antemortem yang dimiliki oleh Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama.

Menurutnya, data Siskohat yang mencakup nama, alamat, sidik jari, nomor pasport,dan nomor visa jemaah sudah cukup untuk dijadikan sebagai data awal.

“Saya kira itu sudah lengkap. Seandainya kalau itu nanti kita ambil dan kita butuhkan untuk kita cocokan dengan data yang ada, maka Insya Allah akan lancar,” kata Mas’udi dalam jumpa pers usai mengikuti Rapat Koordinasi Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) Arab Saudi dan Tim DVI di Daker Mekkah, Minggu (4/10) malam.

Tim DVI Mabes POLRI tiba di Jeddah, pada hari Sabtu (3/10). Mereka terdiri dari para ahli forensik, ahli DNA, dan ahli finger print. Setelah berkoordinasi dengan pihak otoritas Arab Saudi di Jeddah, tim yang berjumlah 10 personil ini melakukan rakor dengan Tim PPIH untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan agenda identifikasi  ke depan. Rapat Koordinasi  ini kemudian dilanjutkan dengan  rapat teknis oleh masing-masing anggota tim terkait dengan  rekonsiliasi data yang dibutuhkan dalam rangka menentukan langkah-langkah lanjutan. 

Mas’udi mengaku kalau usia jenazah yang sudah sepuluh hari akan memberikan tantangan tersendiri seiring dengan perubahan fisik jenazah. Namun demikian, dia berharap perubahan atau kerusakan fisik itu belum terlalu parah. Sekiranya untuk mencocokkan data postmortem diperlukan data antem mortem, maka tim DVI akan memanfaatkan data Siskohat Kemenag.

“Tapi kita perlu lihat dulu kondisinya seperti apa. Karena hal itu terkait dengan cara penyimpanan, suhu, iklim dan hal-hal yang mempengaruhi keawetan maupun proses pembusukan ini,”kata dia.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan bahwa proses identifikasi jenazah memang memerlukan waktu yang cukup karena membutuhkan  profesionalitas  dalam melakukan  identifikasi. Untuk itu, Djamil menyambut kehadiran  tim DVI Mabes POLRI yang akan bersinergi dengan tim PPIH  dalam rangka membantu proses identifikasi dan pengenalan  korban peristiwa Mina.

“Rapat koordinasi pada malam hari ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan berikutanya pada bidang-bidang dan pusat-pusat yang diharapkan  bisa memperoleh dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” kata dia.

“Tentu nanti kita akan memperoleh informasi yang lebih jelas dengan adanya 10 personel dari tim DVI yang bergabung dan akan bekerja secara sinergis. Terlebih mereka memperoleh akses langsung ke rumah sakit-rumah sakit di Arab Saudi sehingga bisa leluasa bekerja pada masalah-masalah yang dihadapi,” dia menambahkan.(kemenag.go.id) 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home