Google+
Loading...
HAM
Penulis: Reporter Satuharapan 11:19 WIB | Senin, 24 September 2018

Tiongkok Akan Hapus Kebijakan Dua Anak

Ilustrasi. Populasi usia kerja menurun pada 2012, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok sebelum Minggu (23/9/2018) mengeluarkan rancangan revisi peraturan sipil yang tidak memuat perihal keluarga berencana. Tiongkok sebelumnya mempunyai kebijakan ketat satu keluarga satu anak. (Foto: Vision Times)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM – Tiongkok tengah bersiap mengakhiri pembatasan jumlah anak yang bisa dimiliki suatu keluarga. Hal itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait menurunnya angka kelahiran dan populasi yang menua.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional sebelum Minggu (23/9/2018) ini mengeluarkan rancangan revisi peraturan sipil yang tidak memuat perihal keluarga berencana. Tiongkok sebelumnya mempunyai kebijakan ketat satu keluarga satu anak. Populasi usia kerja negara itu mulai menurun di tahun 2012.

Pembatasan tersebut dilonggarkan pada tahun 2015 guna mengizinkan pasangan mempunyai anak kedua. Tetapi angka kelahiran terus turun akibat meningkatnya biaya pendidikan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat.

Pemerintah diperkirakan akan mengakhiri langkah pengendalian populasi tersebut, tetapi rencana untuk menanggulangi penurunan angka kelahiran telah menimbulkan kontroversi. Pada bulan Agustus, para pakar mengusulkan untuk membentuk dana kelahiran anak yang mewajibkan orang-orang untuk membayarnya. Uang mereka akan dikembalikan jika mereka punya bayi.

Gagasan itu mendapatkan kritikan keras. Salah satu kritikan di Internet menyatakan bahwa pemerintah mungkin bisa memaksa orang untuk tidak mempunyai anak, tetapi tidak bisa memaksa mereka untuk mempunyainya. (nhk.or.jp)

Editor : Sotyati

Back to Home