Loading...
RELIGI
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:14 WIB | Sabtu, 23 Juli 2016

Tiongkok Akan Tutup Gereja Selama KTT G20

Ilustrasi: Suasana misa di dekat Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi. Kelompok Kristen telah mengkritik pemerintah terkait dengan larangan untuk beribadah di Tiongkok menjelang KTT G 20 (Foto: theguardian.com/reuters/Jason Lee)

HANGZHOU, SATUHARAPAN.COM – Kota Hangzhou di Tiongkok yang akan menjadi tuan rumah untuk KTT G20, akan melarang kegiatan keagamaan berskala besar, dan memerintahkan penutupan gereja-gereja di kota yang menjadi tuan rumah KTT G20 akhir tahun ini, dengan alasan untuk "menciptakan lingkungan yang aman" bagi para pemimpin dunia ketika mereka bertemu.

Kepala negara-kepala negara akan terbang ke Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, pada awal September untuk pertemuan dua hari yang diselenggarakan oleh Presiden Xi Jinping.

Dalam upaya mengurangi kemacetan, pejabat lokal telah menetapkan hari libur umum selama seminggu, bertepatan dengan pertemuan puncak G20, dan dilaporkan berusaha meyakinkan ribuan warga agar meninggalkan kota itu.

Menurut tabloid Komunis Global Times, yang dikutip dari voaindonesia.com, Distrik Xiaoshan, di mana pertemuan G20 akan diselenggarakan, telah melarang kegiatan keagamaan berskala besar sampai empat hari setelah KTT itu.

Laporan lain, dengan layanan berita yang didukung AS Radio Free Asia, mengatakan gereja tidak resmi kota itu telah diperintahkan untuk menghentikan ibadah.

"Mereka telah memaksa gereja rumah untuk tidak beribadah menjelang KTT G20," kata Zhang Mingxuan, president of China’s House Church Alliance. Li Guisheng, seorang pengacara yang membela hak orang Kristen, mengkritik langkah tersebut, dan mengatakan larangan tersebut tidak memiliki dasar hukum.

"Saya tidak mengerti mengapa mereka melakukan itu. Menyembah Tuhan tidak ada hubungannya dengan pertemuan puncak G20," katanya, seperti dikutip theguardian.com.

Provinsi Zhejiang, dikenal sebagai wilayah yang "paling Kristen" di Tiongkok, adalah rumah bagi puluhan juta gereja.

“Tim pembongkaran dengan berbekal palu godam, dan crane telah menghancurkan salib lebih dari 1.200 tempat ibadah,“ kata aktivis. Beberapa gereja telah benar-benar diruntuhkan dan bentrokan berdarah pecah antara jemaat dan penjaga keamanan yang dikirim untuk menghancurkan gereja .

Zhang Kai, pengacara Kristen yang juga berjuang menghabiskan waktu di tahanan rahasia, dipaksa untuk membuat pengakuan di televisi .

Sebuah laporan Departemen Luar Negeri menyoroti memburuknya kondisi HAM di Tiongkok, khususnya nasib komunitas Kristen di negara itu. Laporan itu menunjuk kehancuran sejumlah besar gereja di Tiongkok, hilangnya imam Katolik, serta penahanan pendeta Protestan dan umat mereka.

 

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home