Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:08 WIB | Selasa, 30 Juni 2015

TNC Minta Swasta Berperan Dalam Riset Kelautan

ilustrasi. (Foto: Antaranews)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM  - The Natural Conservancy (TNC) atau organisasi lingkungan, meminta pihak swasta lebih berperan dalam pendanaan riset kelautan mengingat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan laut secara berkelanjutan.

"Sains sangat perlu, dan swasta sebenarnya bisa berperan besar untuk laut," kata Global Managing Director for Oceans The Nature Conservancy (TNC) Maria Damanaki di Jakarta, Senin (29/6).

Insentif, menurut dia, dapat diberikan kepada pihak swasta yang memang ikut berperan dalam melakukan riset-riset kelautan.

Selain itu, ia mengatakan insentif juga bisa diberikan bagi pihak swasta yang bisa mengambil peran penting menjaga laut dengan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

"Bisa juga diberikan penghargaan kepada perusahaan yang sudah melakukan bisnis berkelanjutan terkait sektor kelautan dan perikanan," kata Maria.

Ia mencontohkan, bagaimana pihak swasta bisa memperoleh insentif dengan memberikan bantuan dana penelitian khusus untuk meneliti terumbu karang ke perguruan tinggi di Florida dan Miami, Amerika Serikat.

"Itu suatu permulaan yang baik. Insentif juga bisa jadi peran penting untuk laut dan perikanan yang berkelanjutan".

Marine Policy Manager TNC Indonesia Imran Amin mengatakan, selama ini pemerintah memang masih menggunakan pendekatan sukarela untuk mengajak pihak swasta lebih berperan dalam memberikan dukungan riset.

Namun, menurut dia, dalam kondisi Indonesia yang sekarang ini pendekatan wajib menjadi solusi akhir yang harus diterapkan pemerintah, untuk bisa meningkatkan peran pihak swasta dalam mendukung riset kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Marine Program Director TNC Indonesia Gondan Puti Renosari mengatakan, kesadaran seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pihak swasta, untuk menciptakan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan memang masih perlu ditingkatkan sebelum pendekatan sukarela tersebut bisa dijalankan di Indonesia.

“Dan yang harus digarisbawahi, riset kelautan dan perikanan yang notabene berbiaya mahal sangat perlu dilakukan untuk tidak sekedar ingin mencapai pertumbuhan ekonomi tetapi dilakukan secara berkelanjutan, “ kata dia. (Ant)

 

Editor : Eben Ezer Siadari

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home