Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Prasto Prabowo 13:23 WIB | Minggu, 09 Februari 2014

TNI AU Berencana Bentuk Skadron Tempur Baru di Indonesia Timur

Berkaitan dengan rencana pembelian pesawat tempur baru, TNI AU sedang merencanakan pembentukan skadron tempur baru di Indonesia Timur. (Foto : Deretan pesawat tempur F-16 sedang bersiap lepas landas)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Militer Indonesia sedang membangun kekuatannya kembali baik itu Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara. Setelah mencapai kejayaan di era Presiden Soekarno, perlahan kekuatan tempur TNI menurun. Di era Presiden Soeharto, Indonesia berusaha tidak menunjukkan kegarangan militernya. Semua alutisista yang dibeli sekadar untuk memberi tanda bahwa TNI masih eksis.

Di era Orde Lama, TNI AU begitu perkasa karena mengoperasikan berbagai pesawat tempur canggih di eranya. Sebut saja seperti pembom strategis Tu-16 KS yang menjadikan Indonesia menjadi negara ke-4 di dunia yang mengoperasikan pembom strategis setelah Amerika Serikat (AS), Uni Soviet dan Inggris. Belum lagi pesawat tempur macam Mig 19 dan Mig 21 yang sangat ditakuti pilot-pilot Barat. Keperkasaan ini menjadikan TNI AU sebagai angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan.

TNI AU mencapai titik terendahnya mulai tahun 1997 sampai dengan 2003. Kesiapan pesawat tempur sangat terbatas akibat krisis ekonomi dan embargo peralatan militer oleh AS. Memang, kebanyakan peralatan TNI seperti pesawat adalah buatan AS dan negara NATO lainnya. Perlahan tapi pasti, seiring membaiknya kondisi ekonomi TNI AU mencoba kembali menata dan membangun kekuatannya. Berbagai peralatan seperti pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut taktis, radar militer didatangkan.

Berbagai peralatan tersebut sudah dan akan terus berdatangan. Terkait dengan armada tempur, Markas Besar TNI AU sedang mempersiapkan pendirian skadron tempur baru di wilayah Indonesia Timur.

“Mabes TNI AU tahun ini akan melakukan pengadaan pesawat tempur,yang diprioritaskan untuk wilayah udara Timur Indonesia,” ungkap Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Biak, beberapa waktu lalu. Rencana pembentukan skadron baru pesawat tempur di Indonesia bagian Timur sudah masuk dalam grand design Mabes TNI AU. “Kapan realisasinya pembentukan skadron tempur Indonesia Timur sedang dalam perencanaan Mabes TNI AU, ya untuk tahun ini kami siapkan penambahan pesawat tempur untuk memperkuat kemampuan TNI AU dalam mengawal kedaulatan wilayah udara NKRI,” sambung Marsekal Dunia.

Sebagai informasi, saat ini skadron tempur TNI AU ada di Lanud Iswahyudi Madiun terdiri atas Skadron Udara 3 yang mengawaki pesawat tempur F-16 A/B Fighting Falcon, Skadron Udara 14 yang diiisi F-5E Tiger II dan Skadron Udara 15 yang diisi T-50 Golden Eagle. Kemudian Lanud Roesmin Noerjadin Pekanbaru diisi Skadron Udara 12 yang mengawaki Hawk 100/200 (Tahun 2014 ini akan dibentuk Skadron Udara 16 yang akan berisi 16 pesawat tempur F-16 C/D Block 32+ yang akan segera datang), Lanud Supadio Pontianak Skadron Udara 1 yang juga mengawaki Hawk 100/200, Lanud Abdurahman Saleh Malang dengan Skadron Udara 21 yang berisi pesawat tempur antigerilya EMB 314 Super Tucano dan Lanud Hasanuddin Makassar dengan Skadron Udara 11 yang berisi pesawat tempur strategis Sukhoi Su 27/30.

Pembentukan skadron tempur baru ini tampaknya ada kaitan dengan rencana Kementerian Pertahanan membeli pesawat tempur baru yang sekarang sedang digodok. TNI AU sendiri sudah merekomendasikan Sukhoi Su-35 dan atau JAS 39 Gripen NG untuk dipilih.

Saat ini di Indonesia bagian Timur hanya dijaga oleh 16 Sukhoi Su-27/30 Skadron Udara 11 yang berpangkapan di Lanud Makassar. Meskipun Su-27/30 adalah penyergap jarak jauh, namun tetap saja dibutuhkan waktu untuk heading ke Biak atau Kupang misalnya. Sedangkan menggelar 1 flight (terdiri atas 4 pesawat) Su-27 di Biak atau Kupang juga tidak mudah karena harus menggelar berbagai sarana pendukung teknisnya.  Jawabannya, TNI AU harus menggelar 1 skadron tempur lagi di Indonesia Timur. Beberapa alternatif bisa di Biak, Kupang atau Merauke.

Ditambahkan oleh KSAU ,“ Saat ini kita sudah punya satuan radar di Kupang, Timika, Merauke dan Biak yang dapat memantau segala pergerakan pesawat udara yang melintas wilayah udara Papua dan Indonesia Timur lainnya.

Tinggal armada penempurnya saja ya Pak KSAU! Kita tunggu.

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home