Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 15:16 WIB | Kamis, 11 Januari 2018

TNK Catat Populasi Komodo Capai 3.012 Ekor

Ilustrasi. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berfoto bersama Komodo tatkala mengunjungi Nusa Tenggara Timur (Foto: akun FB Sri Mulyani Indrawati)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Kepala Balai  Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan populasi satwa langka komodo (varanus komodoensis) hingga tahun 2017 mencapai 3.012 ekor dan masih stabil dari ancaman kepunahan.

"Tahun lalu populasinya mencapai 3.012 dan kencenderungan naik, terutama yang ada di pulau kecil Gili Motang dan Nusa Kode yang dulunya populasinya sedikit namun sekarang mengalami peningkatan," kata Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, hari Kamis (11/1).

Menurutnya, populasi binatang purba yang hanya ada di Pulau Komodo serta pulau-pulau kecil lainnya yang masuk dalam Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat itu masih stabil atau belum terancam punah.

Pihaknya masih melakukan inventarisasi atau pengolahan data terkait jumlah populasi tersebut yang berada di sejumlah pulau seperti Pulau Padar, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

"Namun kemungkinan populasi mengalami kenaikan karena adanya peningkatan jumlah terutama di Pulau Gili Motang dan Pulau Nusa Kode yang duluhnya kurang," katanya.

Sudiyono menjelaskan, populasi komodo yang masih stabil itu artinya bisa mengalami penurunan akibat usia dewasa yang berada di ambang kematian maupun bertambah akibat perkembangbiakan komodo berusia produktif.

Ia mengatakan keberlangsungan hidup satwa komodo berdasarkan kasta, artinya yang berukuran besar atau dewasa menguasai yang komodo yang masih kecil.

"Ada deretan komodo yang besar memiliki jumlah tertentu yang menguasai yang kecil, namun ketika berada di ambang kematian maka memberikan kesempatan bagi yang kecil untuk bertambah banyak," katanya.

Satwa komodo di TNK, lanjutnya, menyatu dengan kehidupan liar dalam mendapatkan sumber makanannya seperti mengkonsumsi babi hutan, rusa, kuda, sementara komodo yang berukuran kecil mengkonsumsi serangga, unggas, dan lainnya.

Dengan begitu, lanjutnya, tidak ada pos anggaran yang disiapkan untuk pengadaan sumber bahan makanan bagi komodo itu sendiri.

"Jadi sumber makan mereka mengatur sendiri dari alam, sehingga jumlah populasinya juga secara alamiah, kalau ada gangguan tertentu maka mereka bisa saja berkurang namun sejauh ini kecenderungannya mengalami kenaikan," katanya.

Karena keberadaan populasi yang bergantung pada alam itulah, katanya, pihak otoritas terus berfokus melakukan managemen kawasan agar jumlahnya tetap terjaga seperti menjaga populasi pakan, aspek keamananya, dan pembenahan infrastruktur pendukung di kawasan, dan sebagainya.

"Upaya ini untuk menjaga agar populasi komodo itu sendiri tetap terjaga stabil atau tidak punah karena satwa ini merupakan salah satu keajaiban dunia dan menjadi daya tarik utama untuk destinasi wisata unggulan," katanya.

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home