Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 01:49 WIB | Minggu, 12 November 2017

Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah

Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
Lukisan berjudul "Fashion War" dalam pameran "Togetherness" di Pendhapa art space Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, Tegal Krapyak RT 01 Panggungharjo, Sewon-Bantul. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
Ketua panitia Alie Gopal (baju putih) memberikan penjelasan seputar karya kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta Heru Purwadi (baju batik) pada pembukaan pameran "Togetherness", Sabtu (11/11).
Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
Patung "Jagoku Tetap Tangguh" karya Amboro Liring.
Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
"Bangkit Menggugat" karya Sunarwan Marwan.
Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
Lukisan panel "Seri Binatang" karya Klowor Waldiyono.
Togetherness, Gandeng-Gendong Mengumpulkan Balung Pisah
Lukisan di atas kaca karya Subandi Giyanto berjudul "Wuku Kuruwelut".

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ikatan alumni Sekolah Seni Rupa Yogyakarta berbagai angkatan yang tergabung dalam IKASSRI selama dua minggu menggelar pameran seni rupa "Togetherness" di Pendhapa art space.

Pameran dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Purwadi Sabtu (11/11) malam. Dalam sambutannya Heroe Purwadi memberikan apresiasi atas upaya IKASSRI untuk mengumpulkan (kembali) alumni Sekolah Seni Rupa untuk memberikan sumbangsih bagi Yogyakarta dan sejalan dengan visi Kota Yogyakarta yang sedang menggalakkan program menggandeng-menggendong seluruh pihak untuk mewujudkan Yogyakarta yang nyaman.

Kepada satuharapan.com, ketua panitia pameran Alie Gopal Jumat (10/11) menjelaskan bahwa pameran ini akan menjadi agenda tahunan bagi IKASSRI.

"Setelah tahun 2013 hingga 2017 sempat vakum, IKASSRI menyusun program reguler tahunan bagi alumni untuk menggelar pameran bersama. Setiap alumni diberikan kesempatan sekali untuk mengirim satu karya, dan tahun berikutnya bergantian dengan alumni lainnya yang belum ikut pameran." kata Alie Gopal.

Pada gelaran pertama, Alie menjelaskan tema "Togetherness" lebih pada upaya mengumpulkan kembali alumni untuk tidak lupa berkarya. Banyak alumni yang sudah belasan tahun tidak berkarya karena kesibukan kerja dan muncul kerinduan kembali saat Alie memberikan kabar tentang rencana pameran tersebut beberapa waktu lalu.

"Untuk kedepannya setiap perhelatan akan mengambil tema tertentu yang akan didiskusikan bersama." jelas Alie.

Tujuh puluh dua seniman-perupa memamerkan karyanya di tiga ruangan Pendhapa art space. Pameran "Togethernes" sekaligus menjadi eksplorasi karya seniman diluar kebiasaannya. Pelukis Ismantao Wahyudi misalnya memamerkan karya patung (tiga dimensi) perunggu berjudul "Beyond Good and Evil". Begitu juga dengan Muhajirin yang membuat karya 3-D fiber berjudul "Ar-Rahman 10,11,12,13,44,47,50,51", pelukis Suharyatno membuat patung berbahan batu dengan judul "Lingga-Yoni", sementara pelukis wayang membuat lukisan di atas kaca berjudul "Wuku Kuruwelut".

Pembukaan pameran diliputi suasana duka. Agus Kartiwa yang menjadi salah satu peserta pameran meninggal beberapa hari sebelum pembukaan pameran.

Pameran "Togetherness" yang digelar di Pendhapa art space Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, Tegal Krapyak RT 01 Panggungharjo, Sewon-Bantul akan berlangsung hingga 25 November 2017.

 

Back to Home