Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 00:00 WIB | Sabtu, 16 Maret 2013

Tokoh Masyarakat Dunia Menyuarakan Penghapusan Senjata Nuklir

Tokoh Masyarakat Dunia Menyuarakan Penghapusan Senjata Nuklir
Kampanye anti senjata nuklir di Afrika (wcc)
Tokoh Masyarakat Dunia Menyuarakan Penghapusan Senjata Nuklir

Para tokoh dari berbagai kalangan mengungkapkan keprihatinan mereka tentang ancaman senjata nuklir dalam sebuah pertemuan di Oslo, Norwegia, 2-5 Maret lalu.

Sebuah acara yang mendapatkan perhatian publik secara global itu menampilkan suara kelompok agama, 500 perwakilan masyarakat sipil dan 132 wakil pemerintah. Mereka bertemu selama empat hari di Oslo, membahas upaya untuk mengatasi dampak kemanusiaan dari senjata nuklir dan menyuarakan secara lantang penghapusan senjata nuklir.

Pertemuan tersebut dihadiri para diplomat, ilmuwan, aktivis, pemimpin agama dan bintang film, dan merupakan forum bagi masyarakat sipil dan pemerintah untuk membahas dampak kesehatan, lingkungan dan darurat dari ledakan nuklir.
Forum ini diselenggarakan oleh Kampanye Internasional untuk Memusnahkan Senjata Nuklir (The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons / ICAN). Anggota Dewan Gereja Dunia (WCC) berpartisipasi dalam jaringan kampanye dan mengambil bagian dalam pertemuan di Oslo tersebut.

"Kami menegaskan tentang tanggung jawab semua pemerintah untuk mengkaji dampak senjata nuklir terhadap kesehatan manusia, biosfer dan makna kehidupan," kata sekretaris jenderal WCC, Dr. Olav Fykse Tveit dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada pemerintah melalui koalisi agama-agama untuk perdamaian.

Di mana-mana orang telah menolak secara keras senjata nuklir yang didasarkan pada bukti dan hasil pengawasan yang menunjukkan bahwa senjata nuklir terlalu mengerikan untuk digunakan dengan tujuan apapun, tambah Olav.

Kardinal John Onaiyekan dari Abuja, Nigeria, mengatakan kepada forum, "Adalah jelas dalam dunia yang beradab bahwa senjata nuklir tidak punya tempat." Cara kita menanganinya akan menghancurkan diri kita sendiri.

"Ada hal yang mengejutkan bahwa negara-negara belum pernah datang bersama-sama untuk mengatasi akibat dari senjata nuklir," kata kepala Komite Internasional Palang Merah, Peter Maurer. Menurut dia, sejauh ini negara dinilai gagal mengatasi penderitaan manusia, dan dalam kasus senjata nuklir, pencegahan dan larangan adalah satu-satunya jalan yang harus diajukan. Palang merah dan kelompok peneliti berbagai pengalaman yang menunjukkan bahwa tanggapan nasional maupun internasional terhadap kecelakaan nuklir sejauh ini tidak memadai.

Bintang film Holywood, Martin Sheen yang hadir dalam pertemuan itu berbicara kepada publik tentang protes yang dilakukan di gurun Nevada (Amerika Serikat). Dia menyaksikan para biarawati menari dalam perjalanan menuju tempat uji coba nuklir Amerika Serikat dan mereka ditangkap bersama-sama.

ICAN menunjukkan video tentang senjata nuklir dan hal itu menunjukkan betapa serius masalah senjata nuklir. Seorang uskup dari Jepang, lahir dari keluarga korban bom atom Hiroshima, menceritakan bagaimana ayahnya pulih dari luka bakar parah setelah pemboman, tetapi meninggal karena kanker akibat radiasi darah 30 tahun kemudian. Uskup Laurence Yutaka Minabe adalah hibakusha, istilah Jepang yang berarti orang-orang yang terkena dampak ledakan.

Seorang dokter Zambia, Dr. Bob Mtonga, mengatakan bahwa masyarakat di daerah bekas uji coba senjata nuklir seperti Afrika dan Amerika Latin, memberikan "kepemimpinan moral" bagi upaya internasional untuk "membebaskan dunia dari senjata nuklir dan mencegah bencana kesehatan masyarakat global.

Pada akhir pertemuan di Oslo, pemerintah Meksiko mengumumkan bahwa mereka akan menjadi tuan rumah konferensi tindak lanjut untuk membangun inisiatif kemanusiaan dari Pemerintah Norwegia. (WCC)

Back to Home