Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 16:52 WIB | Selasa, 04 Agustus 2020

Trump Ancam Blokir Tiktok 15 September

Ilustrasi. TikTok dan bendera Amerika Serikat. (Foto ilustrasi: Ist)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan TikTok akan "keluar dari bisnis di Amerika Serikat" jika aplikasi tersebut tidak dijual kepada perusahaan AS paling lambat 15 September.

Dikutip dari The Verge, Selasa (4/8), Preisden Trump menyatakan TikTok akan "tutup pada 15 September kecuali Microsoft atau yang lainnya bisa membeli" aplikasi tersebut dari perusahaan induk ByteDance.

Sang presiden juga menyatakan bahwa negara, melalui Kementerian Keuangan, akan mendapat "porsi yang substansial" dari kesepakatan bisnis tersebut.

Trump tidak menjelaskan maksud bagian tersebut, namun, mengibaratkan hubungan pemerintah AS dengan perusahaan seperti pemilik rumah dan penyewa. Jika tidak ada yang menyewakan rumah, penyewa tidak punya apa-apa.

Trump yakin bahwa Microsoft atau perusahaan "besar", "aman", dan "sangat Amerika" lainnya harus membeli TikTok sepenuhnya, bukan hanya operasional di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Ia beralasan jika membeli hanya 30 persen akan rumit.

Microsoft dalam unggahan di blog soal pembelian TikTok menyebutkan langkah bisnis ini untuk "memberikan keuntungan ekonomi yang layak untuk Amerika Serikat, termasuk Kementerian Keuangan".

Wacana soal blokir TikTok dan pembelian aplikasi tersebut oleh Microsoft bergulir sejak beberapa waktu belakangan, namun, belum ada keputusan yang mengikat tentang hal ini.

 

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home