Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 16:08 WIB | Rabu, 08 Januari 2020

Tunisia Tolak Wilayahnya Digunakan Pasukan Turki ke Libya

Peta Tunisia dan Libya. (Foto: Ist)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM-Penasihat pers untuk Presiden Tunisia mengatakan bahwa negaranya telah menolak permintaan Turki "untuk membantu dan bekerja sama dalam mengangkut senjata dan mengirim pasukan Turki ke Libya" seperti dilaporkan Sky News Arabia, hari Selasa (7/1).

Penasihatpers Tunisia, Rashida Elnefar, juga mengatakan kepada saluran berita Pan-Arab bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bulan lalu meminta Presiden Tunisia, Kais Saied, untuk menggunakan wilayah Tunisia dalam rencana penempatan militer negara itu ke Libya, tetangganya.

Presiden Turki mengunjungi Tunis dua pekan lalu dan bertemu dengan Saied untuk membahas konflik di Libya.

Saied menolak permintaan itu, kata Elnefar. Dia mengatakan bahwa Erdogan kesal pada hasil pembicaraan itu, "yang berakhir dengan Presiden Saied menolak untuk menggunakan tanah Tunisia, juga wilayah udara dan wilayah laut dalam setiap intervensi di Libya."

Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan Saied mendiskusikan langkah-langkah menuju gencatan senjata di Libya dan penyelesaian dengan kembali ke dialog politik.

Kunjungan ke Tunisia itu menindaklanjuti dua perjanjian yang dibuat Erdogan dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang mengendalikan ibu kota, Tripoli, dan didukung beberapa negara barat.

Perjanjian batas maritim dan militer itu dikecam oleh pemerintah Libya saingan di timur dan Tentara Nasional Libya, (LNA) yang dipimpin oleh komandannya, Jenderal Khalifa Haftar.

Perjanjian maritim itu memberi peluang bagi Turki akses ke zona ekonomi yang diperebutkan yang melintasi laut Mediterania timur. Perjanjian itu dikecam oleh Yunani, Siprus dan Mesir.

Saied, yang negaranya berbagi sepanjang 400 kilometer (250 mil) perbatasan dengan Libya, telah mengatakan bahwa perjanjian Turki-Libya membatasi perbatasan laut antara kedua negara, "tidak menyangkut Tunisia," menambahkan bahwa itu adalah masalah Turki dan Libya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home