Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 12:59 WIB | Jumat, 28 Februari 2020

UA Kerahkan 3.000 Pasukan Lawan Ekstremis di Afrika Barat

Pasukan keamanan berjaga di puing-puing kendaraan setelah serangan bom kendaraan di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada 8 Januari 2020 yang diduga dilakukan kelompok Al-Shabaab. (Foto: dok. dari AP)

ADDIS ABABA, SATUHARAPAN.COM-Para pemimpin Afrika telah memutuskan untuk bekerja sama mengerahkan sekitar 3.000 tentara ke wilayah Sahel di Afrika Barat. Wilayah ini bermasalah oleh serangan-serangan kelompok ekstremis yang makin sering terjadi, seorang pejabat Uni Afrika (AU) hari Kamis (27/2).

Pasukan baru itu akan menjadi pemain baru yang signifikan di wilayah yang gersang di selatan Gurun Sahara di mana para pejuang yang terkait dengan al-Qaeda dan ISIS membunuh ribuan orang tahun lalu. Mereka kadang-kadang bekerja bersama dalam gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Smail Chergui, komisioner AU untuk perdamaian dan keamanan, menyampaikan keputusan itu yang diambil pada konferensi tingkat tinggi (KTT) AU baru-baru ini dalam pertemuan Kamis dengan para pejabat Uni Eropa yang berkunjung.

Badan kontinental AU diperkirakan akan bekerja dengan pasukan kontrateror regional Afrika Barat, G5 Sahel, serta badan regional Afrika Barat, ECOWAS, yang sebelumnya telah membentuk unit penjaga perdamaian, kata Chergui.

ECOWAS pada bulan September mengumumkan apa yang disebut Chergui sebagai rencana yang “sangat berani” untuk melawan ekstremisme di wilayah tersebut, termasuk memobilisasi dana hingga US$ 1 miliar hingga tahun 2024.

"Seperti yang Anda lihat dan kenali, ancaman itu meluas dan menjadi lebih kompleks," kata Chergui. "Teroris sekarang bahkan membawa modus operandi baru dari Afghanistan dan al-Shabab" di Somalia.

Tidak segera jelas apa langkah selanjutnya dalam membentuk pasukan AU untuk Sahel, yang telah menjadi wilayah paling aktif di Afrika untuk serangan ekstrimis. (AP)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home