Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 11:43 WIB | Kamis, 30 Maret 2017

UE akan Tegas terhadap Hak Warga Eropa di Inggris

Seorang wanita tengah melintas ke arah Carnaby Street di London pada tanggal 28 Maret 2017. Masyarakat tengah menunggu rencana pemerintah Inggris terkait Brexit. Rencananya Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mengirim surat kepada Presiden Uni Eropa Donald Tusk dengan pemberitahuan keberangkatan resmi Inggris, Rabu (29/3), membuka dua tahun negosiasi jendela sebelum Inggris benar-benar meninggalkan blok di 2019. (Foto: AFP)

BRUSSEL, SATUHARAPAN.COM - Juru runding Brexit Uni Eropa Michel Barnier memperingatkan London, Selasa (28/03), menjelang proses Brexit bahwa organisasi regional Eropa tersebut akan tegas terhadap hak-hak warga Eropa di Inggris. 

“#Brexit membuat warga UE khawatir mengenai masa depan mereka di UE27 dan Inggris. UE akan tegas terhadap hak-hak mereka @The3Million #citizensfirst,” ujar mantan menteri Prancis tersebut di Twitter. 

Brussel menegaskan bahwa keluarnya Inggris dari UE, termasuk berbagai isu seperti hak lebih dari tiga juta warga UE di Inggris, harus ditangani sebelum mencapai kesepakatan perdagangan. 

Pekan lalu Barnier, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris Eropa, mengatakan dana yang harus dibayarkan Inggris sebelum keluar dan masa depan perbatasan di Irlandia Utara juga harus diselesaikan. 

Meski Barnier memperingatkan Inggris, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker memilih bungkam mengenai isu tersebut saat mereka tampil di hadapan publik, Selasa. 

Tusk akan menerima surat dari Perdana Menteri Inggris Theresa May, Rabu, secara resmi menginformasikan kepada UE mengenai rencana London untuk keluar, dan menjadi awal proses perundingan selama dua tahun.

Theresa May pada Selasa (28/3) menandatangani surat bersejarah yang akan memulai Brexit ketika surat tersebut disampaikan ke Brussel pada Rabu, tunjuk foto yang dirilis kantornya.

Duduk di depan bendera nasional Union Jack dan potret perdana menteri pertama Inggris Robert Walpole, May yang terlihat tenang menandatangani surat itu untuk memulai proses keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa.

Surat itu akan dikirimkan dari 10 Downing Street ke Brussel, tempat surat akan disampaikan kepada Presiden Uni Eropa Donald Tusk oleh Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow pada Rabu sekitar pukul 1130 GMT.

Secara resmi memberi tahu Tusk niat Inggris untuk keluar dari blok tersebut, dengan menjalankan Pasal 50 Perjanjian Lisbon Uni Eropa menetapkan periode negosiasi dua tahun guna mengakhiri keanggotaan Inggris selama 44 tahun.

May pada Selasa malam melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan Tusk, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Mereka sepakat bahwa Uni Eropa yang kuat merupakan kepentingan semua orang dan bahwa Inggris akan tetap menjadi sekutu dekat dan tetap memegang komitmennya,” ungkap Downing Street.

“Mereka juga menyepakati pentingnya memasuki negosiasi dengan semangat yang konstruktif dan positif, dan memastikan proses keluar (dari UE) berlangsung lancar dan sistematis.”

Sementara Inggris memulai proses keluar dari blok tersebut pada Rabu, May akan berpidato di parlemen dan berjanji akan mewakili semua orang di Inggris -termasuk warga negara Uni Eropa- dalam negosiasi dengan Brussel. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home