Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 12:04 WIB | Jumat, 13 April 2018

UGM Lepasliarkan Ribuan Ikan Sidat

Ilustrasi. Ikan sidat. (Dok satuharapan.com/agrowindo.com)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melepasliarkan ribuan ekor ikan sidat (Anguilla sp.) di berbagai sungai di DIY.

“Sebanyak 160 kg sidat muda dengan ukuran rata-rata 20 gram per ekor kami lepasliarkan di sungai-sungai DIY,” Ir Sukardi MP, dosen Departemen Perikanan UGM, menjelaskan dalam rilis yang diterima Kamis (12/4), dan dilansir laman resmi ugm.ac.id.

Pelepasliaran ikan sidat atau yang dikenal dengan nama pelus oleh masyarakat Jawa ini, menurut Sukardi, merupakan bagian dari upaya menjaga dan pengkayaan populasi. Ikan ini semakin sulit ditemukan di alam karena populasinya menurun.

Beberapa faktor menurut Sukardi jadi penyebab penurunan populasinya, mulai dari penangkapan yang semakin intensif, penurunan kualitas habitatnya, hingga banyaknya bendungan atau bangunan melintang sungai yang jadi jalur migrasinya.

Sidat merupakan salah satu jenis ikan katadromus hidup di dua perairan. Ketika usia muda sampai dewasa hidup di sungai air tawar. Selanjutnya, saat akan berkembang biak sidat turun ke laut karena larvanya hidup di air asin.

“Sampai saat ini ikan sidat belum dapat dikembangbiakkan sehingga benihnya masih sangat bergantung pada alam,” ia menjelaskan.

Persoalan tersebut mendorong Departemen Perikanan UGM bekerja sama dengan PT Iroha Sidat Indonesia melepasliarkan sidat pada 9-10 April 2018 di sejumlah sungai Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Pelepasliaran di Bantul dilakukan di empat lokasi, yakni Bendungan Blawong, Bendungan Puton, Bendungan Bendo, dan Bendungan Tegal. Di Kulon Progo masing-masing dilakukan di Sungai Progo Desa Salamrejo, Bendung Jelok Sentolo, Sungai Serang masing-masing di Desa Clereng dan Secang. “Pelepasliaran sidat kali ini merupakan tahun ketiga yang sudah kami laksanakan,” tuturnya.

Sukardi berharap sidat yang dilepas tidak ditangkap terlebih dahulu, agar dapat menjadi induk dan menghasilkan anakan yang lebih banyak.

Direktur PT Iroha Sidat indonesia, J Soetanto dan Sukardi, mewakili UGM, menyerahkan secara simbolis ikan sidat kepada masyarakat dan melepasliarkan bersama-sama.

J Soetanto dalam kesempatan itu mengatakan akan terus meningkatkan kerja sama  dengan UGM dan berbagai pihak  untuk berupaya mengembalikan populasi sidat di alam. Hal itu telah menjadi komitmen dari perusahaan dalam upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, terutama ikan sidat. (ugm.ac.id)

Editor : Sotyati

Back to Home