Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:52 WIB | Selasa, 12 September 2017

UI Masuk Empat Besar Dunia Kompetisi Hydrocontest 2017

Ilustrasi. Dua mahasiswa Teknik Perkapalan yang tergabung dalam Tim Hydros UI mengerjakan pembuatan Kapal Plat Datar (belakang) dan Kapal Cataraman (depan) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Tim Hydros UI masuk empat besar dunia pada kompetisi Hydrocontest 2017" di Perancis (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional, setelah sejumlah mahasiswanya yang tergabung dalam Tim Hydros Universitas Indonesia, meraih juara keempat pada ajang kompetisi Hydrocontest 2017. Kompetisi itu berlangsung pada 4-10 September di Saint Tropez, Prancis.

“UI berhasil meraih gelar juara keempat untuk race pada kategori heavyweight boat dan mendapat penghargaan untuk inovasi transportasi massal," kata Ketua Tim Hydros UI Fadhil Naufal di Saint Tropez, Prancis kepada Antara melalui sambungan telepon pada Selasa (12/9).

Selain lolos ke babak semifinal untuk kategori heavyweight boat, Tim Hydros UI juga berhasil lolos ke babak quarter final di kategori lightweight boat dan menempati posisi ketujuh, serta posisi kesembilan di kategori long distance race, kata Fadhil.

Untuk kategori heavyweight boat, juara pertama diraih oleh Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) Swiss, juara kedua Haute cole dingnierie et darchitecture de Fribourg (HEIA Fribourg) Swiss, juara ketiga University of Belgrade Serbia dan juara keempat Universitas Indonesia.

Prestasi ini, merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai UI, setelah dua kali ikut berpartisipasi dalam kompetisi kapal Hydrocontest. Tim Hydros UI yang beranggotakan 14 orang ini mendesain kapal tipe symmetric catamaran untuk kategori kapal lightweight dan kapal tipe pelat datar untuk kategori kapal heavyweight.

Kompetisi Hydrocontest kali ini bertajuk carry more, faster, with less energy merupakan kompetisi internasional yang mewajibkan para peserta mendesain kapal yang mampu menahan beban seberat 20 kg (lightweight) dan 200 kg (heavyweight) dengan efisiensi energi serta kecepatan yang tinggi.

Menurut Fadhil, kompetisi Hydrocontest merupakan ajang mendesain, memproduksi, dan mengemudikan kapal dengan prinsip carry more, faster, with less energy.

Mahasiswa teknik dari berbagai kalangan, baik S1 maupun S2, bersaing untuk menghasilkan inovasi-inovasi terbaru pada ketiga kategori, yaitu kategori lightweight dimana kapal diharuskan membawa beban seberat 20kg.

Kategori heavyweight dengan beban 200kg, dan kategori long distance race dimana yang dinilai adalah ketahanan kapal menempuh lap paling banyak dalam waktu dua jam.

Pada edisi keempat ini, Hydrocontest diikuti oleh 23 tim perguruan tinggi dari 14 negara di Eropa, Amerika dan Asia. Dari Asia sendiri tercatat hanya diikuti oleh Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (Antaranews.com)

Editor : Sotyati

Back to Home