Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 23:43 WIB | Rabu, 20 Juni 2018

Ujian Gelandang dalam Pertandingan Terbaik

Jelang Pertandingan Babak Kedua Grup D
Pertandingan Argentina melawan kesebelasan Kroasia pada Piala Dunia 1998. (Foto: ifdb.us)

SATUHARAPAN.COM - Fase grup H PD 1998 masih diingat pemain Kroasia saat mereka dikalahkan kesebelasan Argentina. Meski mereka finish pada peringkat ketiga, namun kekalahan melawan Argentina menyisakan sedikit nyeri bagi Kroasia walaupun dengan kekalahan tersebut mereka terhindar dari salah satu tim kuat Eropa saat itu: Inggris.

Pada PD 2018 kesebelasan Argentina kembali bertemu satu grup dengan Kroasia. Pertemuan ini akan mengingatkan pada perjumpaan mereka dua puluh tahun silam: datang dengan skuad yang lengkap di semua lini, bertabur pemain bintang yang memperkuat klub-klub elite Eropa, Argentina sebagai salah satu tim yang diunggulkan.

Pada pertandingan lain, debutan PD 2018 Eslandia akan mendapat perlawan Elang Super Nigeria. Pertandingan ini akan menarik sebelum mereka menghadapi dua tim kuat yang diunggulkan pada pertandingan terakhir fase grup D.

Ulangan dua puluh tahun silam

Kesulitan pelatih dengan skuad bertabur pemain bintang bukanlah pada masalah teknis di lapangan. Tantangannya lebih pada masalah psikologis berupa tekanan pertandingan/turnamen, tekanan ekspektasi pendukung, suasana kamar ganti, hingga mengelola ego-ego pemain menjadi sebuah tim yang solid. Tim-tim mapan sekelas Argentina dan Kroasia tentu telah memiliki platform permainan dari pelatih-pelatih sebelumnya yang tidak terlalu jauh berbeda.

Yang diperlukan adalah pelatih yang kuat yang mampu menyamakan persepsi bagi kepentingan tim. Diego Armando Maradona pernah merasakan bagaimana sulitnya memadukan permainan dengan talenta-talenta yang dimiliki saat mendampingin Argentina di PD 2010.

Perjumpaan kesebelasan Argentina melawan Kroasia di fase grup D tidak melulu pada balas dendam dari salah satunya. Dengan materi pemain yang ada pada kedua kesebelasan, keduanya memiliki peluang untuk saling mengalahkan. Strategi pelatih lebih pada kejelian mereka membaca dinamika pertandingan dan dalam waktu bersamaan memberikan instruksi yang bisa diterjemahkan langsung oleh pemain di lapangan. Faktor pelatih akan menentukan hasil pertandingan pada perjumpaan kedua kesebelasan.

Bagi penikmat sepakbola, dengan materi yang dimiliki oleh kedua kesebelasan akan tersaji permainan dalam tempo tinggi sepanjang pertandingan. Bisa dikatakan pertandingan ini akan menjadi salah satu partai terbaik selama PD 2018, terlebih mereka bertemu pada pertandingan kedua fase grup. Bermain lepas masih memungkinkan mereka untuk menjaga peluang mengingat masih ada satu pertandingan tersisa.

Bisa dibayangkan permainan lapangan tengah Argentina dengan Mascherano-Biglia, sebagai duet jenderal lapangan menyambungkan ke lini kedua Argentina yang diisi Aguero/Lo Celso, Messi, Di Maria beradu dengan pengatur serangan Kroasia Rakitić, Brozovic, berpadu dengan barisan gelandang serang Kroasia Perisic, Modric, Kovacic. Dalam pola permainan yang hampir sama yang mengandalkan aliran bola-bola bawah yang cepat, pertandingan akan berlangsung dalam tempo tinggi sepanjang pertandingan dengan saling merebut bola untuk secepatnya mengirim serangan ke jantung pertahanan lawan.

Kedua kesebelasan tentu tidak akan bermain aman. Sebagaimana kebiasaan bangsa Balkan yang pantang menyerah, inilah kesempatan terbaik bagi Modric untuk memberikan yang terbaik bagi Kroasia saat berada pada puncak permainannya. Saat ini Modric tercatat sebagai salah satu gelandang serang terbaik dunia. Dukungan Kovacic dan Perisic akan lebih memperkokoh serangan Kroasia. Menarik menunggu kreativitas Modric membongkar serangan pemain kunci Argentina Mascherano. 

Hanya yang patut diingat oleh Modric dan kawan-kawan, Argentina saat ini memiliki barisan pertahanan yang tidak kalah tangguhnya. Berduet dengan Rojos mengamankan pertahanan Argentina, Otamendi adalah salah satu pemain belakang yang sulit dilewati penyerang-pernyerang lawan. Manchester city pada musim kompetisi terakhir di liga Premiere patut berterimakasih pada kedisiplinan Otamendi bersama Kompany dalam menjaga wilayahnya. Jika Modric dan Perisic mampu menggangu konsentrasi Otamendi-Mascherano-Rojos, Mandzukic memiliki wilayah tak terjaga untuk bisa bebas memasuki kotak penalti Argentina. Dan Argentina dalam bahaya besar.

Di sisi lain, kombinasi Aguero/Lo Celso, Messi, Di Maria adalah sebuah jaminan serangan yang akan mengalir sepanjang pertandingan dari semua sisi. Pergerakan yang cepat dari Aguero dan Di Maria di sayap memberikan keleluasan bagi Messi untuk melakukan penetrasi pada wilayah-wilayah tak terjaga. Instink dan intuisi Messi sejauh ini masih belum ada yang mengimbanginya. Ada baiknya Messi memposisikan diri bukan sebagai taget man. Dengan demikian Messi bisa lebih bebas untuk bergerak dari lini kedua Argentina. Dengan menyerahkan tugas target man kepada Higuain atau Dybala, Messi justru lebih berbahaya dan bisa sewaktu-waktu mencetak skor ke gawang Kroasia.

Pertarungan kedua kesebelasan bertabur bintang akan berlangsung ketat. Kroasia yang telah memenangi pertandingan pertama saat mengalahkan Nigeria 2 gol tanpa balas akan mempertahankan permainan terbaiknya sekaligus mengamankan tiket lolos fase grup D, sementara Argentina yang "terluka" pada laga perdana saat ditahan imbang Eslandia tidak ada jalan lain untuk lolos selain memaksimalkan poin penuh pada kedua pertandingan berikutnya.

Ketika Argentina belum kunjung menemukan formulasi permainan terbaiknya, Kroasia justru memiliki modal kolektivitas yang lebih baik. Kroasia hanya perlu bermain secara konsisten untuk sekedar meredam pergerakan permainan tim la albiceleste. Dan buka Kroasia kalau hanya bermain secara aman. Artinya, pejumpaan kedua kesebelasan akan diwarnai permainan tempo tinggi dengan saling serang sepanjang pertandingan sejak menit-menit awal. Di sinilah barisan gelandang Kroasia relatif lebih padu dibanding Argentina yang masih terlalu terpaku pada permainan Messi, meskipun sesungguhnya barisan gelandang Argentina pun tidak kalah menakutkan. 

Dengan materi-komposisi yang dimiliki kedua kesebelasan yang bisa saling mengalahkan, faktor kejelian pelatih akan menentukan hasil akhir salah satu pertandingan terbaik dalam PD 2018.

Jadwal pertandingan

Pejumpaan kesebelasan Kroasia pada fase grup D melawan timnas Atgentina akan berlangsung  di Stadion Nizhni, Novgorod pada Kamis (21/6) pukul 21.00 waktu setempat atau Jumat (22/6) pukul 01.00 WIB.

Perkiraan susunan pemain:

Argentina (4-2-3-1) : Caballero (gk), Mercado, Otamendi, Rojo, Tagliafico, Mascherano, Biglia, Aguero/Lo Celso, Messi, Di Maria, Higuain/Dybala. | pelatih: Jorge Sampaoli

Kroasia (4-2-3-1) : Subasic (gk), Vida, Corluka, Strinic, Lovren/Jedvaj, Rakitic, Brozovic, Perisic, Modric, Kovacic, Mandzukic/Pjaca | pelatih: Zlatko Dalić

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home