Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:50 WIB | Rabu, 28 November 2018

Ukraina Darurat Militer Pascaserangan Rusia

Presiden Ukraina Petro Poroshenko berpidato di hadapan parlemen di Kyiv, Ukraina, 26 November 2018.(Foto: VOA)

KYIV, SATUHARAPAN.COM - Rusia, Selasa (27/11) mengatakan bahwa keputusan Ukraina untuk memberlakukan undang-undang darurat militer setelah pasukan Rusia menangkap dan menahan tiga kapal Ukraina dan kru ketiga kapal tersebut di Laut Hitam dapat menyebabkan gejolak permusuhan di Ukraina timur.

Dalam pemungutan suara hari Senin (26/11), parlemen Ukraina menyetujui undang-undang darurat militer di 10 dari 27 wilayah negara itu mulai hari Rabu (28/11).

Presiden Petro mengatakan undang-undang darurat militer akan membantu “memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina di tengah-tengah meningkatnya tindakan agresi dingin oleh Federasi Rusia.”

Dia menambahkan bahwa Ukraina bermaksud “untuk tetap berpegang pada semua kewajiban internasionalnya.”

Langkah itu menyerukan keadaan darurat militer 30 hari – yang tampaknya merupakan sebuah konsesi bagi para penentangnya – yang akan memungkinkan pemilihan diadakan seperti yang telah dijadwalkan pada bulan Desember.

Sebelumnya Rusia menembaki dua kapal angkatan laut Ukraina dan menabrak kapal ketiga Minggu di Laut Hitam, menangkap kapal-kapal tersebut, yang dituduh memasuki perairan teritorial secara ilegal.(VOA)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home