Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 15:00 WIB | Minggu, 19 Mei 2019

Umat Buddha dan Turis Mancanegara Ikuti Pawai Waisak di Magelang

Ilustrasi. Candi Borobudur menjadi titik akhir prosesi pawai perayaan Waisak pada Sabtu (18/5/2019) siang, yang tahun ini diikuti puluhan Bhikku Dhammaduta Thailand dan para turis mancanegara. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

MAGELANG, SATUHARAPAN.COM – Pawai menyambut Perayaan Waisak Nasional 2563 BE/2019 di Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung meriah. Ribuan umat Buddha tumpah ruah turun ke jalan mengikuti prosesi pawai yang diawali dari pelataran Candi Mendut hingga Candi Borobudur, Sabtu (18/5) siang.

Tidak hanya umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia, pawai perayaan Waisak juga diikuti puluhan Bhikku Dhammaduta Thailand dan para turis mancanegara dengan pengawalan ratusan personel Polres Magelang.

Humas Kemenag, melalui siaran pers yang dilansir kemenag.go.id, menyebutkan gelaran pawai dimulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Pawai mobil hias yang diiringi arakan ribuan umat Buddha pada siang itu menempuh rute sejauh 3, 7 kilometer.

Rute yang ditempuh peserta pawai dimulai dari pelataran Candi Mendut, Jalan Sendangsono, Jalan Mayor Kusen, Bojong Gendut, Taman Rekreasi Mendut, Tugu Proklamator, Jalan Sudirman, Jalan Balaputradewa, dan berakhir di Pelataran Candi Borobudur.

Pawai Waisak ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Magelang. Mereka tampak berjubel di sepanjang jalan dan melambaikan tangan kepada peserta pawai yang melintas.

Mobil hias membawa api Dharma Tri Suci Waisak mengisi deretan pertama pada perayaan pawai Waisak diikuti di belakang mobil hias air berkah Waisak, Relik Sang Buddha dengan slogan mencintai tanah air Indonesia. Di mobil hias Relik Sang Buddha dengan miniatur perahu kayu itu tampak duduk belasan bhikku. Mereka menyiramkan dan memercikan air suci kepada umat Buddha atau warga yang sengaja meminta kepada para bhikku di sepanjang jalan.

Selain diiringi marching band dari Walubi, pawai Waisak ini turut dimeriahkan iringan para petani yang membawa berbagai macam hasil kebun seperti jagung, pisang, papaya. Ini merupakan gambaran kekayaan alam Indonesia.

Pawai Waisak yang diikuti puluhan Majelis Agama Budha tersebut berakhir sekitar pukul 15.10 WIB di pelataran Candi Borobudur.

Puncak perayaan Waisak dipusatkan di pelataran Candi Borobudur pada Sabtu malam.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home