Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 14:09 WIB | Kamis, 25 Agustus 2016

Umat Kristen Ghana Buta Alkitab sehingga Mudah Ditipu Pendeta

Daniel Obinim (Foto: enterghana.com)

ACCRA, SATUHARAPAN.COM - Umat Kristen Ghana gampang 'dibentuk' sehingga mudah menjadi mangsa para penipu yang berkedok sebagai pendeta.

Hal ini disampaikan oleh seorang psikolog klinis, menyusul ditangkapnya seorang pemimpin agama yang sangat populer di negara itu, Uskup Daniel Obinim. Pendeta dan ketua International God's Way Church itu terpaksa ditahan selama semalam di kantor polisi dengan tuduhan menipu seorang pengusaha yang mengakibatkan kerugian 11,6 juta Ghana cedi.

Tidak terima atas penahanan itu, sejumlah anggota jemaatnya mengepung kantor polisi pada hari Rabu (24/8), menuntut pembebasannya.

Para anggota Gereja bentrok dengan aparat penegak hukum, yang menyebabkan seorang ditangkap setelah polisi mengerahkan Water Cannon.

Psikolog Klinis, Aku Hayfron, mengatakan umat Kristen Ghana harus bekerja keras untuk mempelajari Alkitab sendiri setelah duduk mendengar khotbah di gereja agar tidak mudah dimanipulasi.

Menurut dia, sebagian besar orang-orang yang menyebut dirinya 'Anak-anak Tuhan'  sudah dipandang seperti setengah dewa karena di dalam benak sebagian besar umat Kristen apa yang dikatakan pendeta itu sudah pasti benar dan final.

Padahal, kata dia, hal seperti itu membuat umat buta secara spiritual.

"Banyak dari kita adalah orang Kristen yang buta huruf. Kita tidak membaca Alkitab untuk memahaminya. Kita hanya mendengarkan pendeta kita. Orang bahkan tidak tahu di mana (yang dikatakan ) itu pada ayat-ayat Alkitab. Dan bagi orang yang seperti itu, apa pun yang pendeta katakan, pendeta boleh mengambil apa yang dia inginkan dari dia karena umat lemah atau mudah terpengaruh oleh apapun yang dikatakan pendeta."

"Kita menyebut diri Kristen, tapi kita tidak melakukan apa pun yang seharusnya kita lakukan. Kita harus membaca Alkitab. Ada begitu banyak orang yang menyebut diri mereka pendeta tapi salah mengutip Alkitab. Mereka sendiri tidak tahu tentang Alkitab," kata  Hayfron kepada Morning Starr.

Ironisnya, menurut dia, tidak hanya orang yang kurang berpendidikan yang rentan terhadap hal ini.

"Ada orang-orang yang benar-benar berpendidikan tapi masih tidak bisa mengatakan siapa yang benar atau salah dan tidak dapat melindungi diri dari masalah ini yang telah terjadi. Kita menyebut diri Kristen tetapi kita tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan ... sesuai dengan Firman Tuhan, "kata Hayfron menekankan.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home