Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Tya Bilanhar 11:44 WIB | Rabu, 19 Juli 2017

Utang Luar Negeri Pemerintah Naik 11,8 Persen

Ilustrasi (Foto: tribune.com.pk)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Data Bank Indonesia terbaru menunjukkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2017 tercatat sebesar US$ 333,6 miliar atau tumbuh 5,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan utang tersebut terutama dipicu oleh naiknya ULN pemerintah. ULN pemerintah pada Mei tercatat sebesar US$ 168,4 miliar (50,5% dari total ULN) atau meningkat 11,8% dibandingkan tahun lalu dan naik 9,2% dibanding bulan sebelumnya. 

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat US$ 165,2 miliar (49,5% dari total ULN) atau turun 0,1% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Namun penurunan ini lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pada April 2017 yang sebesar 3,2% (yoy). 

Menurunnya ULN swasta disebabkan oleh ULN lembaga keuangan (Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB) sementara ULN swasta non keuangan (Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan/PBLK) meningkat. ​​

Berdasarkan jangka waktu asal, baik ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek mengalami peningkatan pertumbuhan. ULN berjangka panjang tumbuh 4,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan April 2017 yang sebesar 1,4% (yoy), sedangkan ULN berjangka pendek tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2017 sebesar 12,4% (yoy).

Posisi ULN berjangka panjang tercatat sebesar US$ 289,2 miliar (86,7% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor publik sebesar US$ 165,1 miliar (57,1% dari total ULN jangka panjang) dan ULN sektor swasta sebesar US$ 124,1 miliar (42,9% dari total ULN jangka panjang). Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek tercatat US$ 44,4 miliar (13,3% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar US$ 41,1 miliar (92,6% dari total ULN jangka pendek) dan ULN sektor publik sebesar US$ 3,3 miliar (7,4% dari total ULN jangka pendek). ​​

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir Mei 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas & air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,7%. Bila dibandingkan dengan April 2017, pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih mengalami peningkatan. Di sisi lain, ULN sektor keuangan dan sektor pertambangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan. ​​

Dalam siaran persnya, Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada Mei 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. ​​

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home