Google+
Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 20:27 WIB | Rabu, 22 April 2015

Utut Bersyukur Juara dari Indonesia, Biasanya Pecatur Asing

Utut Bersyukur Juara dari Indonesia, Biasanya Pecatur Asing
Sean Winshand Cuhendi di tribun juara menerima trofi dan piagam penghargaan Japfa Chess Tournament 2015. (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Utut Bersyukur Juara dari Indonesia, Biasanya Pecatur Asing
Wakil Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto dalam kata sambutan saat penutupan Japfa Chess Tournament 2015, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (22/4).
Utut Bersyukur Juara dari Indonesia, Biasanya Pecatur Asing
Para pecatur yang berparitsipasi di Japfa Chess Tournament 2015 dari kiri ke kanan: Tirta Chandra Purnama, Farid Firmasyah, Muhammad Luthfi Ali, Medina Warda Aulia, Sean Winshand uhendi, Irene Kharisma Sukandar, dan Sophie Milliet.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Utut Adianto bersyukur dengan hadirnya Sean Winshand Cuhendi sebagai juara Japfa Chess Tournament 2015.

“Kami (PB Percasi) bersyukur karena hadirnya Sean (Winshand Cuhendi) sebagai juara paling tidak membuat kejuaraan ini lebih nasional, karena sebelumnya selalu pecatur dari luar negeri yang juara,” kata Utut Adianto dalam kata sambutan saat penutupan Japfa Chess Tournament 2015, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (22/4).

Sean Winshand Cuhendi berhasil keluar sebagai pemenang Japfa Chess Tournament setelah menduduki peringkat pertama dari 12 peserta catur tahunan yang diselenggarkan PT Japfa Comfeed Tbk tersebut.

Pecatur yang masih bersekolah di SMA Negeri 21 Jakarta tersbut menduduki peringkat pertama mengalahkan pecatur Vietnam, Nguyen Anh Dung yang ada di peringkat kedua. Sean meraih nilai 7,5 karena di partai terakhir menahan remis Medina Warda Aulia, sementara Nguyen berada di peringkat kedua meraih nilai 7.

“Kita bersyukur karena ini baru langkah awal hasil seperti ini, kami yakin teman teman lain juga memenuhi kesempatan untuk hadir di sini, kami yakin dengan adanya turnamen ini bisa lebih semarak olahraga catur di Indonesia,” Utut menambahkan.

Utut menjelaskan bahwa pada 2014 yang berhasil menjadi juara di nomor Grand Master Tournament adalah pecatur Belanda Sergei Tiviakov, sebelumnya pada 2013 adalah pecatur putri Rumania Ami Alina, pada 2012 yang keluar sebagai pemenang adalah Anna Burtasova asal Rusia.

“Untuk para pecatur, tidak perlu bersedih, karena di SEA Games tidak ada catur, tetapi kalian dapat berlatih dalam turnamen apa pun juga, demi mengasah kemampuan,” kata laki-laki yang juga anggota Komisi X  DPR RI tersebut.

Utut berharap mudah-mudahan tahun depan akan ada perubahan suasana dalam PB Percasi yang menyelenggarakan Japfa Chess pada 2016 mendatang.

“Ibu bapak ada satu lagi  keinginan insyaAllah tahun depan kita bisa menyelenggarakan di Bali, kalau bisa satu hari bertanding dan ada dua hari pecatur dapat jalan-jalan berwisata,” Utut menjelaskan disambut tepuk tangan penonton.

Editor : Eben Ezer Siadari

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home