Loading...
INDONESIA
Penulis: Tunggul Tauladan 20:38 WIB | Rabu, 13 Januari 2016

Validasi Pemilih Reduksi Golput di Pilwali Yogyakarta

Ilustrasi. Rekapitulasi suara pada Pilpres 2014 (Foto: Tunggul Tauladan)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pemilihan Wali Kota Yogyakarta (Pilwali) yang akan diselenggarakan pada 2017 mendatang membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan sejumlah persiapan. Salah satu persiapan tersebut adalah melakukan validasi pemilih untuk menekan (mereduksi) angka golongan putih (golput).

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan, salah satu upaya untuk menekan angka golput adalah mematangkan validasi untuk mendongkrak partisipasi pemilih. Menurut Hamdan, berdasarkan pengalaman, baik dalam pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), maupun pilwali, tingkat partisipasi pemilih dinilai masih rendah.

“Justru tren partisipasi pemilih terendah ada di Kota Yogyakarta,” ujar Hamdan.

Berdasarkan data KPU DIY, tingkat partisipasi pemilih tertinggi berada di Kabupaten Bantul dengan 75 persen. Sedangkan pada Pilwali 2011 silam, tingkat partisipasi pemilih di Kota Yogyakarta hanya 64,5 persen atau lebih rendah daripada pilpres yang mencapai 77 persen. Padahal partisipasi tingkat pemilih dipatok pada target 80 persen.

“Validitas data pemilih ini harus dipersiapkan dengan baik karena ini merupakan tolok ukur utama,” jelas Hamdan.

KPU, baik di tingkat Kota Yogyakarta maupun Provinsi DIY seharusnya bisa mengambil pengalaman berdasarkan pemilihan bupati (pilbup) pada 2015 silam di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Pada Pilwali 2017 mendatang, KPU seyogyanya membuat sejumlah langkah, yang tidak hanya, mendongkrak partisipan secara kuantitatif, namun juga secara kualitas. Pada tataran peningkatan kualitas inilah, sebaiknya pendidikan politik disosialisasikan secara serius, yang diharapkan akan berdampak positif pada Pilwali 2017. 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home