Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 16:37 WIB | Minggu, 28 Desember 2014

Video Ancaman NIIS Beredar, Gilimanuk Tingkatkan Keamanan

Pelabuhan Gilimanuk. (Foto: Francisca Christy Rosana)

NEGARA, SATUHARAPAN.COM – Kemanan di Pelabuhan Gilimanuk, Negara, Bali diperketat pasca-beredarnya video seseorang yang mengaku menjadi anggota Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) mengancam TNI, Polri, dan Banser NU beredar di Youtube.

"Kami lipatgandakan penjagaan di Gilimanuk, baik yang terbuka maupun tertutup. Ini juga merupakan perintah dari atasan kami," kata Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar Harry Hariyadi pada Minggu (28/12).

Menurutnya, aparat keamanan menanggapi serius ancaman dan tantangan NIIS sehingga melakukan berbagai langkah antisipasi.

Khusus untuk Pelabuhan Gilimanuk dan sekitarnya, selain dari Polres Jembrana, Polsek Kawasan Laut juga mengerahkan kekuatan penuh, ditambah dari Brimob dan TNI.

Sementara untuk pemeriksaan kendaraan, barang dan orang yang masuk ke Bali, menurutnya, dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang sudah diterapkan selama ini.

"Namun dengan adanya ancaman tersebut, saya perintahkan anggota yang bertugas untuk lebih waspada, termasuk dalam mengawasi orang-orang yang masuk ke Bali," ujarnya.

Selain Pelabuhan Gilimanuk, pengawasan di wilayah pesisir juga ditingkatkan, termasuk kerja sama dengan masyarakat setempat.

Pengamanan berlapis juga diterapkan polisi, dengan melakukan operasi di jalan raya, meskipun kendaraan, barang dan orang sudah diperiksa di Gilimanuk.

Pihak keamanan mengerahkan personel intelejen untuk terjun langsung ke masyarakat, termasuk memaksimalkan tugas Babinkamtibmas untuk mengawasi wilayah masing-masing.

Sebelumnya, seseorang yang mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) dan menantang TNI serta Polri untuk menghadapi gerakan itu di medan perang.

Pria yang disebut Abu Jandal itu menantang Indonesia yang dituding ingin membantu Amerika Serikat memerangi NIIS. Pria itu menantang aparat keamanan Indonesia dengan pernyataan kerasnya dalam bahasa Indonesia yang begitu fasih.

"Video tersebut bisa dibuat oleh siapa saja. Kami berupaya menelusuri siapa pembuatnya," kata Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol Agus Rianto pada Jumat (26/12). (Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home