Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 19:55 WIB | Senin, 25 Juli 2016

Vietnam: Konflik Laut China Selatan Ujian bagi ASEAN

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (tengah) tersenyum saat datang di ruang rapat menteri tahunan ASEAN dan Forum Keamanan Regional di Vientiane pada 25 Juli 2016. Isu utama yang dibahas dalam KTT tersebut adalah sengketa teritorial. (Foto: AFP)

VIENTIANE, SATUHARAPAN.COM - Vietnam memperingatkan bahwa ketidakmampuan negara-negara ASEAN untuk bersatu menghadapi militerisasi Beijing di Laut China Selatan merupakan ujian bagi organisasi regional negara-negara Asia Tenggara di tengah ancaman keamanan terbesar yang pernah dihadapi.

Vietnam merupakan salah satu negara yang terlibat sengketa wilayah Laut China Selatan, dan komentar tegas itu dilontarkan saat para menteri luar negeri bertemu dalam KTT di Laos untuk pertama kalinya sejak Mahkamah Arbitrase Internasional menolak klaim Beijing atas sebagian besar laut tersebut.

Kementerian Luar Negeri Vietnam mengungkapkan pada Minggu (24/7) malam bahwa Laut China Selatan menjadi “ujian bagi persatuan dan peran sentral ASEAN.”

“Banyak menteri menekankan bahwa dalam konteks ini, ASEAN harus mendukung solidaritas, persatuan dan peran sentral,” menurut pernyataan kementerian.

Para menteri luar negeri ASEAN kembali bertemu dalam dialog yang dicetuskan oleh Laos pada Senin pagi.

Di penutupan dialog, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengaku optimistis kesepakatan akan tercapai meski para menteri sebelumnya mengatakan dialog kemungkinan tidak akan membuahkan hasil.

Sekutu dekat Tiongkok, Kamboja, dituding menggagalkan upaya ASEAN untuk mengeluarkan pernyataan bersama dengan tujuan mendesak Beijing agar mematuhi keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional.

Empat negara ASEAN, yakni Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei, saling mengklaim Laut China Selatan sementara Beijing mengklaim sebagian besar wilayah perairan tersebut. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home