Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 00:03 WIB | Sabtu, 25 Agustus 2018

Visma Art Gallery Gelar Pameran "Small Thing High Value"

Touch, touch me ukuran 22 cm x 50 cm x 10 cm berbahan kayu jati karya Ugo Untoro 2017-2018. (Foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM - Empat puluh empat seniman-perupa dan satu seniman duo memamerkan karya dua-tiga matra di Visma Art Gallery-Surabaya. Pameran dibuka pada Jumat (10/8) malam.

Seluruh karya dipamerkan dalam ukuran relatif kecil. Dimensi terbesar berupa patung berjudul 'Menggodamu" karya Adi Gunawan dengan ukuran 65 cm x 30 cm x 35cm. Perupa muda Ariswan Adhitama memamerkan dua karya patung dari material besi dalam ukuran kecil masing-masing "Abipraya" (40 cm x 40 cm x 45 cm) serta "Japa" (27 cm x 27 cm x 45 cm), sementara duo seniman A2 (Abdi Setijawan dan AA Nurjaman) membuat karya kolaboratif tiga matra berjudul "The Master" dalam ukuran 50 cm x 15 cm x 15 cm. Perupa perempuan Trien Afriza dalam karya "Domestic series #2" membuat karya tiga matra berukuran 27 cm x 14 cm x 7 cm dalam medium keramik, kayu, dan kaca.

"Pameran karya berukuran kecil memang bukan hal baru. Sudah banyak pameran sejenis dengan mengusung bermacam judul menarik dilakukan oleh galeri/lembaga seni/komunitas/seniman secara personal. Frekuensinyapun cukup teratur dan tidak pernah menyurut," kata kurator pameran Syahrizal Pahlevi saat ditemui satuharapan.com Kamis (16/8) sore.

Lebih lanjut Pahlevi menjelaskan bahwa pameran mengundang seniman dengan memberikan 'tugas' membuat karya berukuran maksimal 40 x 40 cm untuk karya dua matra dan 40 x 40 x 40 cm untuk karya tiga matra. Penugasan  untuk melihat apa yang bisa dilakukan oleh para seniman dengan ‘kanvas-kanvas’nya dan bagaimana kemudian para apresian meresponsnya.

‘Small Thing High Value’ merujuk pada kehadiran karya-karya yang secara fisik berukuran kecil tetapi mampu menunjukkan hasil usaha seniman yang melebihi ukuran fisiknya tersebut, kaitannya dengan kualitas secara ide maupun teknik pengerjaan. Sebagian perupa menganggap hal tersebut bukan masalah ketika membuat karya berukuran kecil karena memang terbiasa atau memang gemar berkarya demikian. Sebagian lain mengganggapnya sebagai kesempatan refreshing, berkarya tanpa beban. Sementara sebagian lainnya merupakan tantangan untuk menaklukkan medium dalam dimensi mini/kecil

"Dalam kondisi seni rupa saat ini berkarya ukuran kecil dan bagus itu cukup sulit. Beberapa perupa dalam pameran ini tetap menawar ukuran karya melebihi yang kami minta sehingga dengan terpaksa sedikit toleransi kami berikan," jelas Pahlevi.

Dua lukisan karya Heri Dono yang dibuat tahun ini berjudul "Bom dan Pasca Perang Dingin" serta "Raja Mafia" dalam medium akrilik di atas kanvas dibuat dalam ukuran 40 cm x 40 cm. Seniman-perupa muda asal Afghanistan Amin Taasha membuat karya di atas selembar kertas bekas kitab berukuran 14 cm x 23 cm berjudul "Untitled 2". Dua karya mendiang S. Teddy Dharmawan berukuran 40 cm x 47 cm dengan teknik brush paint berjudul "Kepala 1" dan "Kepala 2".

Dalam sambutan pembukaan sebuah pameran, kolektor Oei Hong Djien (OHD) menjelaskan bagaimana peluang pasar karya seni dalam ukuran kecil (miniprint) cukup terbuka. Pertimbangannya mudah dibawa saat membeli serta pemajangannya bisa diletakkan pada satu dinding atau ruang yang sama untuk beberapa karya.

"Saya masih ingat, dulu Widayat pernah pameran di Jepang yang meminta Ajip Rosidi untuk memamerkan karya mini. Ukurannya kecil-kecil. Bawanya enak, ditenteng atau bisa dimasukkan ke koper, hard carry. (Karya mini) ini bisa menjadi trend. Kualitas (ide, eksekusi, material karya) ini yang harus diperhatikan," kata OHD.

Karya Salvador Dali bertajuk The Persistence of Memory meskipun hanya berukuran 24 x 33 cm, namun lukisan surealis yang dikenal sebagai Jam yang Meleleh menjadi salah satu kanon seni rupa di MoMA (Museum of Modern Art), New York.

"Yang dimaksud dengan value atau nilai yang tinggi itu adalah karya seni rupa yang mempunyai nilai intrinsik yang berkualitas yaitu bersandarkan pada nilai estetik, bukan sekedar harganya mahal. Kami bermimpi dari pameran ini ada yang menjadi kanon seni rupa Indonesia walaupun ukuran karyanya kecil," jelas pengelola Visma Art Gallery Irawan Hadikusumo dalam tulisan pengantar pameran.

Pameran "Small Thing High Value" akan berlangsung hingga 10 September 2018 di Visma Art Gallery, Jalan Tegalsari No 35 Surabaya.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home