Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 12:55 WIB | Sabtu, 10 Februari 2018

Wabah Flu Terus Memburuk di Amerika

Ilustrasi. Serangan influenza. (Foto: CDC)

ATLANTA, SATUHARAPAN.COM – Dalam laporan yang dikeluarkan hari Jumat (9/2), Badan Pengawasan Dan Pencegahan Penyakit Amerika (The Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyatakan wabah influenza memburuk pekan lalu di Amerika dan tidak diketahui kapan akan mencapai puncaknya.

Jumlah orang yang diopname akibat penyakit mirip flu mencapai angka tertinggi sejak CDC mulai memantaunya tahun 2010, seperti dilansir voaindonesia.com. Disebutkan, satu dari tiap 13 orang yang mendatangi dokter pekan lalu, adalah karena gejala flu. Penyakit ini masih merebak di tiap negara bagian, kecuali Hawaii dan Oregon.

Masih melekat di ingatan banyak warga Amerika, bagaimana penyanyi Pink berjuang mengatasi penyakit flu yang menyerangnya ketika harus tampil menyanyikan lagu kebangsaan Amerika, The Star Spangled Banner, di acara Super Bowl 2018, Minggu (4/2) di US Bank Stadium Minneapolis.

Pink terlihat berjuang mati-matian mencapai nada-nada tinggi, namun mampu menyelesaikannya dengan baik. Bisa dimaklumi, menyanyikan lagu kebangsaan di acara Super Bowl menjadi dambaan penyanyi papan atas. Pink sendiri, seperti dilansir dailymail.co.uk, berangan-angan untuk dapat menyanyikannya sejak menyaksikan Whitney Houston menyanyikan lagu kebangsaan itu di acara yang sama pada 1991, dan hingga kini menjadi acuan sebagai penyanyi paling berhasil menyanyikan dengan baik.  

63 Anak-anak Meninggal Akibat Flu

Penjabat direktur CDC Anne Schuchat menjelaskan kepada wartawan, sampai tanggal 3 Februari dikabarkan 10 anak meninggal akibat flu sehingga jumlah anak-anak yang meninggal dalam musim flu sekarang menjadi 63. CDC tidak memantau berapa orang dewasa yang meninggal akibat flu.

Schuchat mengatakan tidak jelas mengapa wabahnya begitu buruk dan apakah masih akan bertambah buruk.

Jenis virus utama pada musim flu sekarang (H3N2) sangat kuat dan cenderung membuat banyak orang yang diserangnya harus dirawat di rumahsakit dan meninggal daripada virus flu lainnya.

Schuchat, seperti dilansir stuff.co.nz, mewabahnya flu saat ini mengingatkan pada peristiwa serupa pada 2009 – 2010. Catatan CDC menyebutkan saat itu 60,8 juta warga Amerika terserang flu, 274.304 harus dirawat di rumah sakit, dan 12.469 meninggal.  

Editor : Sotyati

Back to Home