Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 17:22 WIB | Selasa, 26 Mei 2015

Wacana Legalisasi Pernikahan Sejenis Bergulir di Parlemen Australia

Ilustrasi. Tercatat sudah ada 19 negara di dunia (14 di antaranya di Eropa) melegalisasikan pernikahan sesama jenis. (Foto: radioaustralia.net.au)

AUSTRALIA, SATUHARAPAN.COM - Perdebatan apakah sudah waktunya Australia melegalkan pernikahan bagi pasangan sejenis terus bergulir. Perdana Menteri Tony Abbott tegas menolak wacana itu, namun kini Partai Hijau justru mendorong parlemen untuk melakukan pemungutan suara sebelum akhir tahun ini.

Perdebatan baru mengenai legalisasi pernikahan sesama jenis ini dipicu oleh pemungutan suara di Irlandia, yang hasilnya mendukung kesetaraan pernikahan melalui referendum yang digelar akhir pekan kemarin. Pernikahan sesama jenis ini telah disahkan di beberapa negara, termasuk Inggris, Kanada dan Selandia Baru.

Seperti dilansir radioaustralia.net.au, Selasa (26/5), senator dari Partai Hijau, Sarah Hanson-Young mengatakan partainya akan membawa Undang-Undang Kesetaraan Pernikahan ini ke sidang Senat pada 18 Juni mendatang, sehingga pemungutan suara mengenai hal ini dapat dilakukan pada 12 November.

Senator Sarah Hanson-Young mengatakan sudah waktunya Australia menyusul negara lain dalam melegalkan pernikahan sesama jenis.

"Langkah yang dilakukan Partai Hijau ini akan memberikan kesempatan bagi semua anggota Senat dari berbagai partai untuk mempertimbangkan sikap mereka sekaligus mendorong Tony Abbott untuk membolehkan anggota partainya bersuara bebas dan menjatuhkan pilihan sesuai hati nurani serta logika mereka," kata Senator itu.

PM Abbott, yang tetap menentang pernikahan sesama jenis ini, mengatakan kalau semua tergantung pada keputusan di Partai Koalisi untuk memutuskan apakah isu ini bisa diajukan untuk dilakukan pemungutan suara atau tidak.

Isu pernikahan sesama jenis ini juga mengemuka dalam pertemuan di Partai Koalisi Liberal dan National pagi ini, namun kemarin Partai Liberal yang mendukung kesetaraan pernikahan menyatakan diskusi mengenai hal ini dilakukan secara tertutup.

Partai Buruh telah memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk memberikan suara sesuai hati nuraninya namun wakil Pemimpin Partai Buruh, Tanya Plibersek mendorong agar pemungutan suara yang bersifat mengikat dalam mendukung masalah ini.

Namun pemimpin oposisi Bill Shorten menentang upaya itu, dan menyebabkan isu ini dipastikan akan menjadi sorotan dalam Konferensi Partai Buruh pada Juli mendatang.

Semakin banyak anggota parlemen Partai Buruh yang mengalihkan suara mereka untuh untuk mendukung ide pemungutan suara mengenai UU Kesetaraan Pernikahan ini.

Salah satunya adalah Joel Fitzgibbon yang mengatakan dirinya mendukung pernikahan sesama jenis, dan mengatakan perubahan ini merupakan sentimen yang populer di masyarakat. (radioaustralia.net.au)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home