Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 17:46 WIB | Jumat, 27 November 2015

Wajar Masyarakat Sunda Kecewa Plesetan “Sampurasun”

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari. (Foto: kabarrakyat.co)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari menilai wajar jika ada kelompok masyarakat sunda kecewa dan tersinggung dengan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq yang memplesetkan salam sunda "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" saat berceramah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

"Iya (wajar) karena buat masyarakat Jawa Barat nilai budaya itu luar biasa penghargaannya. Jadi kalau ada ketersinggung akan terjadi seperti itu," kata Ineu Purwadewi Sundari, usai menghadiri peluncuran acara "Aktivasi Rekening Tabungan Simpanan Pelajar Bank bjb " di Halaman Gedung Sate Bandung, hari Jumat (27/11).

Politisi perempuan dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat menyayangkan plesetan "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" oleh Habib Riqiez tersebut.

"Kalau itu dimaknai demikian, menyayangkan sekali karena makna `Sampurasun` megandung makna budaya yang tinggi," kata Ineu.

Ia mengatakan dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya meminta kepada semua elemen masyarakat untuk menghargai nilai-nilai budaya yang ada salah satunya salam sunda "Sampurasun".

"Menghargai budaya itu saya kira harus karena setiap daerah di kita memiliki budaya berbeda-beda, termasuk di tanah sunda," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah wajar menuntut Habib Rizieq untuk meminta maaf kepada masyarakat sunda karena telah memplesetkan "Sampurasun" menjadi "Campur Racun", Ineu mengatakan hal tersebut wajar saja.

"Itu (meminta maaf) harapan. Kalapun ketidakmengertian atau ketidakpahaman kemudian meminta maaf maka mereka menghargai budaya sunda yang ada," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran berharga untuk semua elemen masyarakat agar tetap menghargai budaya yang ada.

"Penghargaan terhadap budaya bahasa atau apapun di daerah ini cukup tinggi, sehingga diharapkan ke depan tidak ada lagi peristiwa seperti ini terjadi lagi," katanya.

Sementara itu, Budyawan sunda Hawe Setiawan mengatakan masyarakat sunda layak menolak Habib Rizieq karena sudah melecehkan budaya sunda.

“Sampurasun" menjadi "Campur Racun",masyarakat sudah wajar menolaknya,” kata Hawe saat dikonfirmasi, satuharapan.com.

Untuk itu, kata Hawe Habib Rizieq harus meminta maaf kepada masyarakat sunda.

“Habib perlu minta maaf,” katanya. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home