Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 15:45 WIB | Minggu, 25 Desember 2016

Wali Kota Bogor Hadiri Kebaktian GKI Yasmin

Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi kebaktian Natal GKI Yasmin di Bogor. (Foto: Facebook Bona Sigalingging)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Wali Kota Bogor, Bima Arya menghadiri kebaktian Natal GKI Yasmin yang digelar di salah satu rumah jemaat tak jauh dari lokasi gereja yang sah itu disegel, hari Minggu (25/12).

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya ditemani oleh Kapolresta Bogor AKBP Suyudi Aria Seto. Kehadiran Bima Arya adalah yang pertama kalinya sejak ia dilantik sebagai Wali Kota Bogor.

“Untuk pertama kalinya, Wali Kota Bogor Bima Arya hadir di Ibadah Natal GKI Yasmin yg diadakan di rumah salah satu jemaat di Bogor, dekat gereja sah yang masih disegel. Hadir pula Kapolresta Bogor, Komisioner Komnas Perempuan dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) serta perwakilan saudari-saudara kami di GKI Pengadilan Bogor.Harapan itu ada. Ya, Natal, adalah harapan. Semoga harapan ini mewujud segera,” tulis Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging dalam akun media sosialnya, hari Minggu (25/12).

Bima Arya pun mengucapkan selamat merayakan Natal kepada seluruh jemaat GKI Yasmin. Dia menyadari impian seluruh jemaat adalah memiliki tempat ibadah yang sesuai dan mendukung iman setiap umat Kristiani.

“Sesungguhnya sudah cukup lama Pemkot (Bogor) ingin hadir dalam situasi seperti ini. Kesedihan warga adalah kesedihan Pemerintah. Kebahagiaan warga adalah kebahagiaan Pemerintah juga. Pemerintah ingin selalu hadir dalam saat bahagia maupun duka.  Selama beberapa tahun terakhir ini sejumlah permasalahan terus ada di hadapan kita tidak mudah memang untuk mengatasinya,” kata Bima Arya dalam kata sambutannya di kebaktian Natal GKI Yasmin, hari Minggu (25/12).

Untuk memfasilitasi GKI Yasmin mendapatkan tempat yang layak untuk beribadah, dia kemudian menawarkan satu pilihan yaitu berbagi lahan dengan umat beragama lain. Dia menyadari pilihan ini tidaklah mudah dan tidak sempurna namun ini adalah pilihan yang tepat bagi semua pihak. Sebelumnya, pilihan ini telah didiskusikan oleh pihak Pemkot Bogor dan GKI Yasmin di Ombudsman RI.

“Pada prinsipnya kami ingin bapak ibu jemaat GKI Yasmin memiliki tempat ibadah dan kami menawarkan satu solusi di tempat yang ada untuk beribadah bersama-sama dengan rekan yang lain. Memang luasnya tentu ada dalam keterbatasan. Tapi sekali lagi kami memandang bahwa ini adalah solusi paling baik untuk semua,” kata dia.

Kepada satuharapan.com, Bona mengatakan lahan yang dimaksud oleh Bima Arya berada di lahan milik Badan Pekerja Majelis Sinode GKI Jawa Barat. Dia mengakui langkah ini belum terealisasi dalam waktu dekat.

"Ya belum. Ini fase baru bahwa Pemkot sudah punya peta jalan yang jelas, yang berbhinneka tunggal ika, tapi masih perlu percakapan lebih teknis dan akan diselenggarakan secepatnya," kata dia melalui pesan singkat.

Polemik GKI Yasmin memang berkepanjangan. Hal ini bermula dari adanya penolakan oleh 30 orang warga Kelurahan Curug Mekar pada tanggal 10 Januari 2008. Pada tanggal 22 Januari 2008, Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) beserta 80 tokoh masyarakat Kelurahan Curug Mekar mengadakan rapat dan hasilnya pada tanggal 25 Januari 2008 mereka melayangkan surat kepada Wali Kota Bogor untuk mencabut IMB GKI Yasmin.

Alasan yang mereka sampaikan adalah adanya dugaan pemalsuan tanda tangan warga pendukung untuk memperoleh IMB pembangunan GKI Yasmin. Menanggapi permintaan warga, IMB GKI Yasmin dibekukan melalui Surat Kepada Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor no. 503/208-DTKP tahun 2008. 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home