Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 17:33 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Warga Kampung Arus Setuju Tanahnya Diambil Alih

Djarot Saiful Hidayat (kiri) bersama istrinya Happy Farida menunjukkan surat suara usai menggunakan hak pilih di TPS 8, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/2). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Usai menunaikan ibadah Sholat Jumat, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, menyempatkan diri melakukan peninjauan ke lokasi rawan banjir Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya, Djarot sekaligus mensosialisasikan rencana mengambil alih lahan guna menerapkan normalisasi sungai.

Warga menyatakan setuju dengan rencana itu.

“Kita sampaikan bahwa program normalisasi belum selesai. Tadi sudah kita bicarakan dengan RW-nya. Mereka bersedia dan akan segera kita bebaskan,” ujar Djarot, hari Jumat (17/2) siang.

Dalam proses normalisasi itu, usai membebaskan lahan maka akan dilakukan pemasangan sheetpile.

Djarot menjabarkan alasannya harus menormalisasi Kampung Arus. Ia menilai, tak seharusnya warga tinggal di bantaran sungai karena bisa membahayakan keselamatan.

“Mau gimana lagi? Orang itu persis di pinggir kali. Kalau dapat kiriman air dari Katulampa ya pasti naik, jadi jalan satu-satunya ya normalisasi,” katanya.

Nantinya, warga di Kampung Arus tak direlokasi tetapi mendapat uang ganti rugi. Hal itu karena tanah sekitarnya kebanyakan merupakan hak milik warga.

“Kita akan berikan ganti rugi sesuai peta bidang, dan itu bukan relokasi. Yang menerima uang ganti rugi harus punya surat yang jelas seperti akta jual beli dan sertifikat. Uang pengganti harus ada dasar hukumnya,” ujar dia.

Djarot menargetkan rampung membebaskan sebanyak 77 lahan dalam tahun ini. “Targetnya tahun ini selesai semua. Sebanyak 33 lahan sudah bebas. Ini menunggu hasil pengukuran bidang selesai dan kemudian baru dicocokkan.”

Ia berharap, apabila target tahun ini terpenuhi maka tahun 2018 sudah tidak ada lagi permasalahan ancaman banjir.

“Kalau tahun ini selesai, maka tahun 2018 kita tidak kepikiran saat hujan deras tiba,” ujar dia.

Djarot menegaskan, wajah Ibu Kota mulai menampakkan perubahan dan membutuhkan aksi lanjut untuk menuntaskan apa yang sudah dikerjakan. “Kita butuh waktu lima tahun lagi untuk menuntaskan ini.”

Sheetpile lain yang akan segera dipasang antara lain di Bidara Cina dan Cipinang Melayu.

 

Back to Home