Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:10 WIB | Senin, 03 Februari 2020

Warga Pengungsi Bencana Banjir Lebak Bangun Sarana Ibadah

Masyarakat pengungsi yang masih bertahan di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak membangun sarana ibadah berupa musola berukuran panjang 5X4 meter persegi. (Foto: Antara)

LEBAK, SATUHARAPAN.COM - Masyarakat pengungsi yang masih bertahan di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak membangun sarana ibadah berupa mushola berukuran panjang 5X4 meter persegi.

"Kami  merasa penting membangun sarana ibadah agar bisa melaksanakan shalat lima waktu," kata H Sawangi, warga pengungsi Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Senin (3/2).

Pembangunan mushola itu dikerjakan secara gotong royong warga pengungsian dengan menggunakan peralatan seadanya juga bahan bangunan tersebut dari bambu.

Kehadiran sarana ibadah itu agar warga pengungsi dapat melaksanakan ibadah shalat lima waktu.

Masyarakat yang mengungsi di sini berasal dari Kampung Susukan dan Bolang Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira.

Sebab, dua kampung tersebut awal tahun 2020 luluh ĺlantak akibat diterjang banjir bandang dan longsor.

Diperkirakan puluhan rumah hanyut dan rusak berat hingga warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

"Kami hingga kini merasa bingung tinggal di pengungsian padahal masa tanggap darurat sudah berakhir," katanya menjelaskan.

Begitu juga Ahmad, seorang warga pengungsi mengatakan bahwa dirinya bersama anggota keluarganya sudah empat pekan terakhir ini masih bertahan di tenda pengungsian, karena rumahnya hanyut diterjang banjir bandang.

Namun, dirinya beruntung dapat melaksanakan shalat lima waktu setelah dibangunnya mushola itu.

"Kami setiap hari bisa melaksanakan shalat berjamaah dengan pengungsi lainnya," katanya menjelaskan.

Kepala Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Makmun mengatakan saat ini warga pengungsian di wilayahnya masih bertahan baik di tenda pengungsian maupun pembangunan hunian sementara yang dibangun relawan dari Jakarta.

Warga di wilayahnya kehilangan sebanyak 88 unit rumah dengan jumlah di atas 900 jiwa, sehingga mereka sebagian mengungsi dan sebagian tinggal di rumah kerabatnya.

"Kami berharap pemerintah daerah secepatnya membangun huntara untuk menampung warga yang kehilangan rumah akibat bencana alam itu," katanya. (Ant)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home