Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:19 WIB | Rabu, 06 Februari 2019

Warga Tionghoa di Kupang Rayakan Imlek dengan Misa

Ilustrasi. Rm Felix Alexander Adi Purnama Susanti SCJ berfoto bersama misdinar di Paroki St. Antonius dari Padua, Jakarta TImur seusai misa Imlek 2015 pada Kamis (19/2/2015) malam. (Foto: Dok. satuharapan.com/Francisca Christy Rosana)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM – Warga Tionghoa yang berdomisili di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/2), memilih merayakan Imlek 2019 dengan menggelar misa syukur Imlek di Gereja Katedral Kupang.

Misa syukur Imlek 2019 itu tidak hanya diikuti warga Tionghoa yang ada di Kupang, tetapi juga diikuti masyarakat umum, terutama anak-anak dari berbagai kepercayaan.

Misa syukur itu dipimpin empat romo yakni Romo Amros Ladjar, Romo Geradus Duka, Romo Maxi Un, dan Romo Hironimus Nitsae.

Setelah misa syukur, para romo yang memimpin misa itu kemudian membagikan angpau kepada anak-anak yang hadir bersama mengikuti misa, dan dilanjutkan dengan makan bersama atau ramah tamah Imlek di halaman gereja.

Pada acara misa syukur itu, semua umat mengenakan pakaian berwarna merah, identik dengan perayaan Tahun Baru.

Boby Pitobi, salah seorang warga Tionghoa mengatakan tidak ada kegiatan besar-besaran seperti yang dilakukan di daerah lain, tetapi hal yang paling penting adalah berkumpul bersama keluarga.

Menurut dia, Imlek adalah momentum untuk berkumpul bersama keluarga, sehingga yang terpenting adalah keluarga bisa berkumpul dan merayakannya secara bersama-sama.

"Memang di China, Imlek dirayakan selama dua pekan, tetapi kita di NTT cukup satu hari saja, berkumpul bersama keluarga," kata Boby Pitobi. (Antaranews.com)

 

Editor : Sotyati

Back to Home