Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 16:49 WIB | Senin, 16 September 2019

Warga Tunisia Pilih Presiden Baru

Pemilih mengantri di luar tempat pemungutan suara selama putaran pertama pemilihan presiden, di La Marsa, di luar Tunis, Tunisia, 15 September 2019. (Foto: AFP)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM - Rakyat Tunisia, hari Minggu (15/9) memberikan hak pilihnya dalam pemilihan presiden. Pilpres diikuti oleh sekitar dua lusin kandidat dan hasil tidak resmi menunjukkan adanya dua kandidat yang unggul.

Lebih dari tujuh juta orang memiliki hak suara dalam pemilihan bebas yang kedua di negara Afrika Utara itu, delapan tahun setelah terjadinya Revolusi Melati.

Pemilih berdatangan ke sekolah dasar, mereka antri di bawah poster yang memberi petunjuk cara memilih. Seorang mahasiswi, Yomna El Benna (19 tahun), bersemangat memilih untuk pertama kali. Ia akan memilih Mourou.

Yang dimaksud adalah Abdelfattah Mourou dari Partai Islamis Ennahdha yang moderat. Ia mencalonkan diri untuk menggantikan presiden berusia 92 tahun, Beji Caid Essebsi, yang meninggal Juli lalu.

Pemilih lain, Zohra Goummid, menyatakan akan memilih Perdana Menteri Youssef Chahed.

Namun kondisi ekonomi Tunisia yang tertarih-tatih dan angka pengangguran yang tinggi, pemilih lain menginginkan wajah baru, di luar masalah kemapanan politik.

Beberapa waktu lalu Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, pemimpin pertama di negara di Afrika Utara itu yang terpilih secara demokratis, meninggal dunia dalam usia 92 tahun.

Seorang pejabat di kantor presiden memberitahu Associated Press bahwa Essebsi meninggal Kamis pagi 25 Juli 2019 di rumah sakit militer Tunis, tempat ia dibawa malam sebelumnya.

Itu adalah ketiga kalinya dalam beberapa pekan ia dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan konstitusi Tunisia, ketua parlemen akan menjadi presiden sementara selama 45 hingga 90 hari sementara pemilu dipersiapkan.

Essebsi menang pemilihan presiden pada tahun 2014 tidak lama setelah pergolakan Musim Semi Arab di negara itu.

Ia baru-baru ini mengumumkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu yang dijadwalkan tahun ini, dengan mengatakan orang yang lebih mudalah yang seharusnya memimpin negara itu. (VOA

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home