Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Reporter Satuharapan 09:49 WIB | Selasa, 01 Mei 2018

Wartawan BBC Terbunuh dalam Serangan di Afghanistan

Kiri: Shah Marai, kepala tim fotografer AFP, dan kanan Ahmad Shah, jurnalis BBC. (Foto: Chanchinthar)

KABUL, SATUHARAPAN.COM – Setidaknya 25 orang tewas dalam dua pengeboman di Kabul, ibu kota Afghanistan, termasuk sejumlah wartawan yang sedang meliput di sana.

Di samping serangan di Kabul, terjadi pula serangan terpisah di Provinsi Khost, Senin (30/4/2018). Wartawan BBC Afghanistan, Ahmad Shah, yang berusia 29 tahun, menjadi korban tewas dalam serangan itu.

Dalam pernyataan resminya, Direktur BBC World Service Jamie Angus mengatakan Shah adalah wartawan yang “dihormati dan terkenal”.

“Kami sangat kehilangan dan saya ikut berduka sedalam-dalamnya untuk keluarga dan teman-teman Ahmad Shah serta tim BBC News Afghanistan,” katanya.

“Kami akan berbuat sebaik mungkin untuk dapat meringankan beban keluarganya di saat-saat sangat sulit ini,” ujarnya.

Kepala kepolisian setempat, Abdul Hanan, mengatakan kepada BBC Afghanistan bahwa Shah ditembak oleh orang bersenjata yang tidak diketahui identitasnya. Dia berjanji bahwa polisi akan menyelidiki motif penembakan itu.

Warga setempat mengatakan kepada BBC, Shah sedang mengendarai sepeda ketika serangan terjadi. Dia lantas dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat, tetapi akhirnya meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Sengaja Menyasar Wartawan

Selain wartawan BBC Afghanistan Ahmad Shah yang tewas dalam serangan di Provinsi Khost, serangan terpisah, di Kabul juga menewaskan sejumlah wartawan, termasuk kepala tim fotografer kantor berita AFP, Shah Marai.

Pada Senin (30/4) di ibu kota Kabul, setidaknya ada dua ledakan, yang pertama dilancarkan oleh penyerang yang menggunakan sepeda motor.

Menyusul kemudian ledakan kedua, sekitar 15 menit kemudian setelah orang-orang, termasuk sejumlah wartawan, berkumpul di tempat kejadian.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengaku sebagai pihak yang melancarkan serangan itu.

Dalam sebuah cuitan, kantor berita AFP mengatakan ledakan kedua sengaja menyasar para wartawan.

“Pengebom itu menyamar sebagai jurnalis dan meledakkan diri di antara kerumunan,” kata juru bicara polisi dikutip AFP.

Radio Free Eropa memastikan bahwa dua wartawannya, Abadullah Hananzai dan Moharram Durrani, juga tewas dalam serangan itu.

Seorang wartawan lain, Sabwoon Kakar, terluka.

Setidaknya delapan wartawan dan empat petugas polisi tewas, kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish kepada BBC. Sejauh ini, 45 orang dilaporkan terluka.

AFP juga melaporkan bahwa dua wartawan dari 1TV, seorang wartawan dari Tolo news, dan seorang wartawan Jahan TV tewas.

Pengeboman Sering Terjadi di Ibu Kota Afghanistan

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui outlet berita mereka, Amaq, ISIS mengatakan bahwa serangan itu mereka lancarakan terhadap markas dinas intelijen Afghanistan.

Di distrik Shashdarak juga terdapat kementerian pertahanan dan sebuah kompleks NATO.

AFP menyampaikan duka cita dan penghormatan bagi Shah Marai, yang disebutkan memiliki enam anak, termasuk bayi yang baru lahir.

“Ini merupakan peristiwa yang sangat mengguncangkan,” kata direktur berita global AFP, Michele Leridon.

“Kini kami hanya bisa menyampaikan penghormatan kepada kekuatan luar biasa, keberanian dan kemurahan hati seorang fotografer yang sering meliput peristiwa traumatis dan mengerikan dengan kepekaan dan profesionalisme yang sempurna.”

Pengeboman di ibu kota Afghanistan sering terjadi.

Sebelumnya pada bulan April, bom bunuh diri si sebuah tempat pendaftaran pemilih menewaskan hampir 60 orang dan melukai 119 orang. Serangan itu juga diklaim oleh kelompok Negara Islam atau ISIS.

Taliban juga cukup aktif di Afghanistan, negara yang hanya 30 persen wilayahnya dikuasai penuh pemerintah, lapor penelitian BBC yang diterbitkan awal tahun ini. (bbc.com)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home