Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 17:22 WIB | Kamis, 21 Agustus 2014

WCC Adakan Doa Perdamaian dan Reunifikasi Korea di Pyongyang

Kebaktian Perjamuan Kudus yang diadakan di Gereja Bongsu, Pyongyang. (Foto: NCCK)

PYONGYANG, SATUHARAPAN.COM – Jemaat Kristen Korea yang terdiri dari delegasi 19 anggota berdoa untuk perdamaian dan reunifikasi di semenanjung Korea yang diadakan di Gereja Bongsu di Pyongyang, Korea Utara pada Jumat (15/8).

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Nasional Gereja-gereja di Korea (NCCK) yang terdiri dari wakil-wakil anggota Dewan Gereja Dunia (WCC) dan organisasi ekumenis Korea Selatan, termasuk perempuan dan delegasi pemuda.

Kebaktian bersama ini disusun oleh NCCK di Korea Selatan dan Persekutuan Kristen Korea (FCK) di Korea Utara.

Kebaktian di Pyongyang ini diusulkan dalam sebuah pernyataan pada perdamaian dan reunifikasi Semenanjung Korea yang diputuskan oleh Sidang WCC Busan pada 2013 lalu. Usulan ini dikembangkan lebih lanjut oleh NCCK dan KCF di konsultasi keadilan, perdamaian dan rekonsiliasi WCC untuk Semenanjung Korea yang diadakan di Swiss pada bulan Juni 2014 lalu.

Pdt Kang Myong Chol, ketua KCF mengatakan, “Kami telah terhubung sebagai satu kesatuan di dalam Yesus Kristus. Yesus bersabda dalam khotbahNya di bukit, akan ada berkat bagi orang yang mengupayakan perdamaian. Jadi, kita orang Kristen yang memiliki panggilan untuk perdamaian dan unifikasi, harus menolak semua intrik perang dan kita harus bangkit untuk perdamaian dan reunifikasi negara ini.”

Pdt Kim Yong Ju, sekretaris umum NCCK mengatakan, “Kita harus merenungkan fakta bahwa pembebasan sejati hanya akan selesai jika kita telah mencapai perdamaian dan reunifikasi Korea Utara dan Selatan.”

Dalam kebaktian ini, Pdt Lee Un Son dari Universitas Sejong di Seoul dan Pdt Kim Hye Suk dari KCF membaca doa bersama-sama untuk perdamaian dan reunifikasi Semenanjung Korea.

Tanggal 15 Agustus diperingati sebagai Hari Pembebasan di Korea Utara dan Selatan di mana pada tanggal tersebut tahun 1945 sebagai peringatan Korea merdeka dari penindasan kolonial Jepang. Sayangnya, di hari yang sama semenangjung Korea dibagi menjadi dua entitas politik yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. (oikoumene.org)

Editor : Bayu Probo

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home